Rekam Jejak Perusahaan Pemenang Tender Proyek Gedung Perawatan di RSUD Kota Bogor Dipertanyakan

RSUD Kota Bogor (dok. KM)
RSUD Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Nilai proyek pembangunan gedung perawatan baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor yang dimenangkan PT. Trikencana Sakti Utama sebesar Rp. 89.706.107.164,14, jauh lebih rendah dari pagu anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 101 miliar. Hal ini menjadi sorotan tajam, berikut juga rekam jejak perusahaan tersebut, yang sudah melaksanakan pembangunan di beberapa rumah sakit, seperti RSUD Bekasi pada 2018 lalu.

Ketua LSM Mitra Rakyat, Jamal Nasir mengatakan, perusahaan pemenang tender proyek pembangunan RSUD Kota Bogor itu harus diperiksa secara menyeluruh, apakah betul-betul perusahaan itu sebagai pelaksana pembangunannya atau hanya sekedar nama saja, dan perusahaan yang dipinjam namanya, sedangkan sebenarnya pelaku yang membangunnya bukan perusahaan itu. “Karena banyak sekali nama perusahaan yang dipinjam nama saja tetapi yang mengerjakan perusahaan lain. Soal nilai proyek yang sangat rendah dari pagu anggaran, harus menjadi perhatian semua pihak, karena akan berpengaruh kepada kualitas dan waktu pekerjaan,” ujar Jamal saat ditemui KM siang ini 30/5.

“Periksa secara menyeluruh perusahaan itu, jangan sampai lelang yang sudah dilakukan merupakan unsur keterpaksaan sehingga nantinya berpengaruh kepada kualitas hasil pekerjaan dan lainnya,” ungkap Jamal.

Bukan itu saja, Jamal juga masih mempertanyakan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang tidak melihat pengalaman yang sudah berlalu saat gagal lelang untuk pembangunan RSUD. “Rekam jejak perusahaan itu sangat penting, jangan sampai pembangunan mangkrak di tengah jalan ataupun tidak berkualitas. Semua pihak harus mengawasi ketat pekerjaan itu,” katanya.

Menurut Jamal, perusahaan itu tidak bekerja profesional saat mengerjakan RSUD Bekasi tahun 2018 lalu, dan seharusnya Pemkot Bogor memiliki rekomendasi atau kajian terhadap kredibilitas dan profesionalitas kinerja perusahaan tersebut.

“Banyak berita-berita di media bahwa PT. Trikencana Sakti Utama itu tidak profesional, seharusnya Pemkot Bogor jeli terhadap itu, jangan sampai imbasnya kepada pembangunan RSUD nanti. Kami minta diawasi ketat dari mulai saat ini soal pembangunannya,” tegasnya.

Senada, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono mengaku bahwa dirinya kurang menerima dengan hasil keputusan lelang pembangunan RSUD yang dimenangkan PT. Trikencana Sakti Utama yang memiliki nilai sangat rendah dari pagu anggaran. “Sebenarnya saya agak kurang sreg dengan penurunan pemenang tender dengan angka di bawah 90 miliar, karena anggaran yang dialokasikan adalah 103 miliar. Kenapa kurang sreg, saya khawatir nanti kualitas bangunannya berkurang atau tidak memenuhi syarat, dengan anggaran yang cukup kita bisa membangun rumah sakit yang bagus buat rakyat,” ucap Heri.

Ia juga meminta agar dilakukan pengawasan ketat karena perusahaan itu sudah memenangkan tender dan akan segera melaksanakan pembangunan. “Harus diawasi ketat dan semua pekerjaannya terus di evaluasi. Waktu pekerjaannya sangat mepet dengan nilai juga sangat rendah,” tutupnya.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*