Longsor Tambang Liar Kembali Makan Korban, Aktivis Desak Bupati Bogor Serius Tertibkan Penambang Emas Liar

Longsor di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pada Senin 13/5/2019 (dok. KM)
Longsor di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pada Senin 13/5/2019 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Bencana longsor yang baru-baru ini kembali terjadi di area penambangan emas ilegal telah menelan sedikitnya 5 korban jiwa penambang liar. Peristiwa longsor tepatnya terjadi di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Info terakhir, korban yang saat ini sudah ditemukan atau terindentifikasi ada 8 orang, di antaranya 3 selamat dan 5 orang tewas tanpa identitas.

Atas peristiwa tersebut, Ketua Presidium Putra Daerah Kabupaten Bogor, Iksan Awaludin mendesak agar Bupati Bogor lebih serius dalam menertibkan praktek penambangan liar yang masih marak hingga kini.

Menurut Iksan, penambangan liar sudah jelas melanggar pasal 158, UU No 4 tahun 2009 yang secara tegas menjelaskan, “Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam pasal 37, pasal 40 ayat (3), pasal 48, pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.”

“Ketika sudah terjadi seperti ini, saya bisa menyimpulkan pengawasan terhadap penambang liar sangat lemah dan bobrok atau disini saya mengindikasikan ada sebuah permainan dari pengusaha dengan pemerintah Pemkab Bogor sehingga dibiarkanlah para pengusaha tambang liar ini,” ungkap Iksan kepada kupasmerdeka.com kemarin 14/5.

“Maka dari itu saya meminta kepada Bupati Bogor untuk serius dan tegas menyikapi persoalan penertiban penambang liar yang masih merajalela di Kabupaten Bogor ini, jangan hanya sekedar wacana intelektual saja,” lanjut Iksan.

Iksan juga mendorong Pemkab Bogor agar menyediakan solusi agar para penambang liar bisa memperoleh alternatif penghasilan dalam menafkahi keluarganya.

“Tentu harus dengan solusi yang sangat konkrit ketika menindak tegas para tambang ilegal baik itu melalui alternatif pembinaan agar masyarakat tetap mendapatkan penghasilan untuk sehari-hari, ketika memang pengusaha tambang ilegal tidak ditutup maka binalah para penambang ini gimana caranya biar legal,” pungkas Iksan.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*