Buntut Pengosongan Rumdin TNI di Kedung Badak, Korem Suryakancana Hadapi Tuntutan Rp 1 Triliun

Kapenrem 061/SK Mayor Inf. Ermansyah (dok.KM)
Kapenrem 061/SK Mayor Inf. Ermansyah (dok. KM)

BOGOR (KM) – Warga Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Ramli, mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Bogor terkait tuduhan perbuatan melawan hukum menyusul pengosongan paksa yang dilakukan Korem 061/Suryakancana terhadap rumah tinggalnya pada 26 Juli 2018 lalu.

Kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan Bogor Raya (KBR) mengatakan, tuntutan mereka terhadap perbuatan melawan hukum oleh penguasa itu bernilai Rp 1 triliun.

“Kami mengajukan gugatan materiil dan inmateriil. Dimana gugatan materiil sebesar Rp 9 juta dan immateriil sebesar Rp 1 triliun,” ungkap pembela umum LBH KBR Sugeng Teguh Santoso di PN Kota Bogor, Rabu 15/5.

Sementara Kepala Penerangan Korem 061/Suryakencana (Kapenrem 061/SK) Mayor Inf. Ermansyah mengatakan, gugatan hukum “sah-sah saja” bagi setiap warga negara Republik Indonesia. “Ini negara hukum jadi silakan saja melakukan gugatan hukum oleh saudara Ramli,” ungkap Kapenrem kepada KM di kantor Korem 061/SK siang ini.

“Yang jelas Korem 061/SK menjalankan langkah-langkah dalam pengosongan untuk mengamankan dan menertibkan aset milik negara yang diperuntukan untuk TNI Angkatan Darat,” tambah Kapenrem.

Menurutkan Kapenrem, dalam aturan TNI AD dalam menempati rumah dinas AD, di seluruh Indonesia hanya anggota aktif, orang tua. “Untuk anak tidak bisa menempatinya,” tambah Ermansyah.

“Ya untuk anak yang menempati harus menyerahkan kepada negara. Jadi dalam hal ini kami Korem 061/SK, Kodim, Koramil, serta Kodam Siliwangi, hanya mengamankan aset negara. Dalam pembuktian kepemilikan tersebut TNI AD jelas memiliki bukti dari kepemilikan aset negara tersebut,” pungkas Kapenrem.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*