Lobang Bekas Tambang di Pangkalan Baru tidak Ditutup, Bocah Tewas Tenggelam

Datuk Lestari, nenek dari korban saat menunjukan lokasi tewas nya bocah 8 tahun di bekas galian tambang atau cam di dekat Kolong Bravo, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Babel (dok. KM)
Datuk Lestari, nenek dari korban saat menunjukan lokasi tewas nya bocah 8 tahun di bekas galian tambang atau cam di dekat Kolong Bravo, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Babel (dok. KM)

BANGKA TENGAH (KM) – Seorang bocah bernama Deni (8), warga RT 16 Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Babel, diduga tewas tenggelam di bekas lubang galian atau cam tambang Kolong Bravo yang berada tidak jauh dari rumah korban pada Sabtu 4/5 lalu.

Menurut keterangan Datuk Lestari, nenek dari korban, saat ditemui KM bersama awak media lainnya Sabtu 18/5, ia menjelaskan bahwa tragedi tersebut berawal ketika korban sedang bermain di sekitar rumah warga. “Namun sore hingga menjelang malam tiba dia tidak kunjung pulang ke rumah, kemudian orang tua korban langsung mencari keberadaannya,” ungkap Datuk Lestari.

Nahas, bocah yang masih duduk di kelas 2 sekolah dasar itu malam harinya ditemukan sudah tak bernyawa.

“Kemudian sekitar pukul 19.00 malam cucu saya ditemukan sudah tidak bernyawa lagi, tenggelam di bekas galian lubang tambang yang berada di luar area pertambangan Kolong Bravo saat ini, yang lebih tepatnya yakni di belakang rumah korban,” jelas Datuk Lestari.

Hingga kini wartawan belum berhasil mewawancarai Dewi, ibu dari almarhum Deni, yang masih dalam keadaan trauma.

Parti, ketua RT 16 Kelurahan Dul, membenarkan bahwa ada anak warganya yang masih berusia 8 tahun tewas tenggelam di bekas lubang galian tambang Kolong Bravo beberapa pekan lalu.

“Iya betul memang ada anak warga saya yang tewas tenggelam akibat bekas dari galian yang dilakukan oleh oknum penambang di area tak jauh dari Kolong Bravo, namun lobang itu ditinggal begitu saja tanpa ditutup kembali. Setelah ada peristiwa ini barulah lubang itu ditutup kembali oleh si penambang,” tambah Parti.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) sekaligus pengurus tambang Kolong Bravo, Riky Permana, Jumat 17/5 ketika dimintai keterangan oleh KM menjelaskan bahwa kejadian tersebut bukan di tempat kerja pihaknya.

“Kejadian itu di belakang tanah lokasi milik PT SS, nah di situ ada bekas lubang cam baru dan yang lama di luar lokasi kami bekerja,” ujar Riki Permana.

“Menurut informasi yang kami dapatkan dari warga sekitar, korban sempat bertengkar dengan adiknya kemudian mungkin takut akan dimarahi oleh orang tuanya korban langsung lari ke belakang tidak jauh dari rumahnya sekitar 100 meter kurang lebih,” jelas Riki.

“Kami juga sempat menawarkan pada keluarga korban kalau merasa itu akibat dari kami silahkan lanjutkan ke kepolisian, namun waktu kami tawarkan keluarga korban untuk dilakukan otopsi atau visum, menolak,” tutup Riki.

Reporter: Robi Karnito, Herdianto
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*