Aktivis Pro-Palestina Peringati Hari Al-Quds Serentak di 16 Kota

JAKARTA (KM) – Ratusan aktivis yang terafiliasi dengan “Komite Solidaritas untuk Palestina dan Yaman” (KOSPY) berkumpul di Lapangan Bola Gedong, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk memperingati Hari Al-Quds Sedunia, yang merupakan peringatan solidaritas untuk pembebasan Palestina, yang sejak tahun 1948 berada di bawah okupasi Israel.

Adapun Hari Al-Quds Sedunia atau International Quds Day diperingati setiap Jumat terakhir bulan Ramadhan, dan sudah diperingati setiap tahun di Indonesia sejak tahun 1997.

Hal tersebut diungkapkan oleh ketua panitia Hari Al-Quds KOSPY, Muhammad Abbas, saat ditemui wartawan di lokasi acara siang ini 31/5.

“Acara ini setiap tahun diadakan, selama kurang lebih 22 tahun sejak 1997. Kita biasa turun berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Alhamdulillah hingga saat ini, setiap Jumat terakhir bulan Ramadhan kita suarakan pembebasan Palestina,” ujar Abbas.

Ia menerangkan bahwa pihaknya tahun ini mengadakan acara Hari Al-Quds di Lapangan Bola Gedong lantaran menghindari potensi ancaman keamanan di kawasan Monas, dimana Kedubas Amerika Serikat berlokasi.

“Tahun ini bukan di depan Kedubes Amerika, karena situasi politik tertentu, jadi kita tidak bisa tahun ini mengadakan di sana,” terang Abbas.

“Tapi bukan itu tujuannya, tujuannya adalah menyuarakan perlawanan kita sebagai muslimin, kita tidak bersikap netral [terhadap konflik di Palestina], kita ungkapkan bahwa kita melawan Israel,” tambahnya.

“Kalau di Palestina, mereka melawan penjajahan dengan senjata, darah dan nyawa, di sini kita melawan juga, medannya damai, dengan teriakan ‘Mampus Amerika’ dan ‘Mampus Israel’. Ini adalah slogan perlawanan kita, melawan walau hanya dengan sikap, tapi setidaknya kita tidak netral,” tuturnya.

Menurut Abbas, pihaknya mencatat bahwa aksi serupa dilaksanakan serentak di sedikitnya 16 kota di Indonesia, termasuk di Palembang, Bandung, Semarang, Pontianak dan Surabaya.

Dalam rilis pers yang diterima sore ini, pihak KOSPY juga menyampaikan pernyataan sikap, yang diantaranya mengecam penindasan Israel terhadap bangsa Palestina dan dukungan politis Amerika Serikat terhadap pelanggaran-pelanggaran hukum internasional oleh pemerintahan Zionis Israel.

Selain itu, KOSPY juga menyeru “segenap komponen bangsa Indonesia” untuk memperjuangkan pembebasan Palestina sebagai amanat UUD 1945, dan menuntut pemerintah Indonesia untuk meninggalkan “Solusi Dua Negara” atau Two State Solution untuk mencapai perdamaian di wilayah Palestina lantaran seluruh wilayah historis Palestina sudah secara de facto sudah dikuasai oleh militer Israel, dan memperjuangkan solusi yang lebih berkeadilan.

Reporter: HJA/KM

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*