Pesilat Indonesia Jadi Tim Favorit Pilihan Penonton Dalam Event Bergengsi Pentas Seni Bela Diri Dunia 2019

Pesilat Indonesia saat tampil dalam Pentas Seni Beladiri Dunia 2019 di Paris, Prancis, Senin 8/4/2019 (dok. KM)
Pesilat Indonesia saat tampil dalam Pentas Seni Beladiri Dunia 2019 di Paris, Prancis, Senin 8/4/2019 (dok. KM)

PARIS, PERANCIS (KM) – Penampilan pesilat Indonesia asal Jawa Barat dari perguruan Panglipur, Padepokan Kasundan, berhasil memukau 10.000 penonton dalam acara Pagelaran Pentas Seni Bela Diri dunia di Bercy, Paris, Perancis. Dalam event tersebut, para pesilat Indonesia disambut meriah dan menjadi tim favorit pilihan penonton periode tahun 2019 pada Minggu 7/4.

Even bertaraf internasional edisi ke-34 tersebut dihadiri bintang-bintang kelas dunia yang pernah tampil di hadapan publik Prancis untuk Festival des Arts Martiaux (fesival seni bela diri) seperti biksu Shaolin (1989), Jean-Claude Van Damme (1990), Masters of Okinawa (1993), dan Rickson Gracie, spesialis jiu-jitsu Brasil dan legenda MMA yang pernah tampil pada tahun 1995.

Dalam kepesertaannya, Indonesia menurunkan tim pesilat asal Jawa Barat, yakni dari Padepokan Kasundan. Mereka terdiri dari Cecep Arif Rahman, pesilat kawakan yang sudah malang melintang di dunia silat dan muncul di beberapa film terkenal seperti The Raid dan Star Wars, pesilat Dian Nurdini, Yudistira Agung Rinjani, Selly Dwi Agnestiani dan Faris Fadjar Munggaran. Mereka adalah para pesilat yang sudah memiliki karir tingkat nasional dan internasional.

Dalam kesempatan tersebut, kontingen Indonesia merupakan tamu undangan kehormatan dalam acara yang berlangsung pada 23 Maret 2019 lalu. Disebutkan jika tim Indonesia mengaku sempat khawatir tidak bisa menjalani tugas sebagai kontingen tanah air dengan optimal, pasalnya salah satu maestro silat, Cecep Arif Rahman, sempat sakit dan menjalani operasi hingga persiapan dirasakan kurang optimal karena waktu keberangkatkan yang semakin dekat.

“Alhamdulillah berkat kerjasama dan niat kita untuk bisa memberikan yang terbaik bagi Indonesia, kami bisa melakukan persiapan dan latihan hanya dengan waktu terbatas, kami benar-benar hanya latihan bersama itu di Paris jadinya, Alhamdulillah bisa menjadi tim favorit,” ujar Dian Nurdini mewakili kontingen Indonesia kepada awak media kemarin.

Tampil memukau dengan gerakan seni bela diri yang menurut kebanyakan orang memiliki kelengkapan dibanding seni bela dirinya lainnya, Padepokan Kasundan memilih selendang dan kipas sebagai senjata bela diri untuk penampilan para pesilat wanitanya, serta golok dan pisau untuk pesilat prianya.

Master, pakar, dan juara seni bela diri terhebat dari seluruh dunia setiap tahunnya berkumpul di Festival des Arts Martiaux ini. Pertunjukan yang diperagakan dan diperlombakan memadukan tradisi, sihir, dan juga pengetahuan bela diri dari leluhur.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*