Panwaslu Merawang Selidiki Dugaan Politik Uang Caleg DPRD Bangka dari PPP

Ilustrasi
Ilustrasi

BANGKA (KM) – Menyusul laporan adanya dugaan salah seorang calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Bangka dari PPP di Dapil Merawang, yang diduga telah membagi-bagikan uang minimal Rp 150.000 per kepala di Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Panwaslu Kecamatan Merawang mulai melakukan pengusutan.

“Setelah menerima laporan itu, Panwaslu Kecamatan Merawang mulai melakukan pengusutan, selama dua hari kami turun ke lokasi untuk mencari bukti-bukti terkait dugaan tersebut, kami sudah menurunkan tim,” jelas Ketua Panwaslu Kecamatan Merawang Saparudin Prawiranugara, Sabtu malam 20/4 melalui sambungan telepon.

Dikatakannya, Panwaslu harus mempunyai bukti riil dugaan pelanggaran itu, jangan sampai nanti kita dimentahkan oleh terlapor karena pelapor belum menyerahkan bukti-bukti yang riil.

“Kita kumpulkan bukti-bukti, jangan sampai nanti dalam persidangan kita dimentahkan oleh terlapor, kita juga masih menunggu bukti-bukti yang riil dari pelapor karena sampai sekarang pelapor belum menyerahkan bukti-bukti yang riil,” ujar Saparudin lagi.

Sebelumnya, Panwaslu Kecamatan Merawang telah menerima laporan dugaan adanya kecurangan yang dilakukan oleh Dodi Sadri (DS), seorang caleg DPRD Kabupaten Bangka dari PPP, yang diduga membagi-bagikan uang minimal senilai Rp 150.000 per kepala sebelum pencoblosan di Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Berdasarkan info yang didapat KM, tim sukses DS mendatangi setiap rumah warga Desa Balunijuk, dan membagi-bagikan uang bagi siapapun yang mau mencoblos DS pada Pemilu.

Sementara itu DS membantah telah membagi-bagikan uang kepada warga, dan kasus ini dianggap hanya isu saja.

“Itu cuma isu, kalau memang ada temuan Bawaslu, mereka sudah datang, selama masa tenang tidak apa-apa kok. Saya biasa-biasa saja,” terang DS kepada KM Jumat lalu 19/4.

Reporter: Dedy wahyudy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*