Menkominfo Beberkan Sederet Kiprah Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi oleh BAKTI

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan pemaparan dalam kuliah umum bertema
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan pemaparan dalam kuliah umum bertema "Mempersiapkan SDM Indonesia Menapaki Revolusi Industri 4.0 di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Kamis 11/04/2019.

PADANG (KM) – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa tujuan pembangunan infrastruktur telekomunikasi antara lain untuk “mengurangi kesenjangan digital di seluruh pelosok Indonesia”, terutama wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T). Akses telekomunikasi dan internet itu, menurut Menkominfo, mendukung pemanfaatan beragam aplikasi layanan pendidikan dan kesehatan oleh masyarakat. Demikian dikatakan Menteri Rudiantara dalam kuliah umum bertema “Mempersiapkan SDM Indonesia Menapaki Revolusi Industri 4.0” di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Kamis 11/4.

“Pemerintah senantiasa berupaya mengurangi kesenjangan digital hingga ke pelosok Indonesia dengan mewujudkan pembangunan di Indonesia secara merata melalui penyediaan akses internet dan seluler. Melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo, pemerintah membangun prasarana telekomunikasi di wilayah 3T yang secara finansial tidak menarik minat swasta untuk dikelola,” katanya.

Rudiantara mengatakan, dengan pemerataan infrastruktur telekomunikasi, Pemerintah hadir untuk memastikan pemenuhan hak atas informasi melalui akses telekomunikasi agar dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“Pemerintah hadir untuk memastikan bahwa hak atas informasi melalui akses telekomunikasi dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia. Pembangunan akses internet di wilayah 3T telah dilakukan oleh Pemerintah sejak tahun 2015. Akses internet pun telah dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi siswa SMP dan SMA. Salah satunya di Kabupaten Mentawai. Sampai saat ini BTS dan Akses Internet BAKTI yang tersedia di Kabupaten Mentawai sudah mencapai 183 titik lokasi Akses Internet dan 33 titik lokasi BTS,” jelasnya.

Pihaknya mengharapkan, dengan adanya layanan internet dari BAKTI, siswa dan masyarakat dapat mengembangkan diri dan meningkatkan nilai tambah melalui pemanfaatan aplikasi-aplikasi yang bersifat edukatif maupun untuk menunjang produktivitas.

“Hal ini untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi diri. Saya mengharapkan dengan adanya layanan internet dari BAKTI, para siswa dan masyarakat dapat mengembangkan diri dan meningkatkan nilai tambah melalui pemanfaatan aplikasi-aplikasi yang bersifat edukatif maupun untuk menunjang produktivitas,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Menkominfo juga melakukan teleconference dengan Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet dan Direktur Layanan Teknologi Informasi untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Danny Januar yang berada di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Matobe, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Di Kepulauan Mentawai, BAKTI Kominfo tidak hanya menyediakan infrastruktur telekomunikasi dan akses internet namun memperkuat sumber daya manusia dan ekosistem digital. Insiatif pengembangan sumberdaya manusia telah berlangsung sejak tahun 2018. BAKTI Kominfo memperkuat literasi digital dengan pemanfaatan aplikasi belajar Bahasa Inggris Online atau BAHASO. Total jumlah peserta hingga saat ini mencapai 2.600 siswa SMA dari 5 kabupaten dan kota yaitu Pulau Sipora, Kepulauan Mentawai; Bima, Nusa Tenggara Barat, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Yogyakarta, DI Yogyakarta; dan Solok, Sumatera Barat.

Rudiantara memaparkan, BAKTI Kominfo mendorong penguatan sektor kesehatan melalui penyediaan jaringan internet untuk pemanfaatan aplikasi HaloDoc serta demo perangkat Tele-CTG (cardiotography) di Desa Matobe, Kecamatan Sikakap, Kab. Kepulauan Mentawai. HaloDoc merupakan platform layanan kesehatan digital yang memungkinkan penggunanya berkomunikasi langsung ke lebih dari 20 ribu dokter berlisensi di Indonesia, kapanpun, dan di manapun selama terhubung dengan internet.

Ketersediaan jaringan internet yang cepat dan andal dapat meningkatkan pengembangan dan pemanfaatan konten, aplikasi, maupun platform yang diperlukan dalam peningkatan produktivitas dan perbaikan kualitas hidup masyarakat. Khusus untuk Mentawai, yang rawan bencana alam, kehadiran jaringan telekomunikasi menjadi penopang mitigasi risiko terutama dalam mempercepat diseminasi infomasi mengenai kebencanaan.

Direktur Utama BAKTI, Anang Latif mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus melayani masyarakat di wilayah 3T melalui kombinasi teknologi telekomunikasi sehingga lembaga-lembaga penting seperti sekolah, Puskesmas, kantor pemerintah daerah, dan kantor kepolisian serta kantor Komando Rayon Militer dapat memanfaatkan akses internet cepat.

“Dengan adanya internet dan aplikasi yang dijalankan maka banyak kemudahan dimungkinkan, seperti, akses kepada layanan kesehatan akan semakin cepat. Konsep sharing economy semakin mengedepan. Dengan adanya Tele-CTG yang merupakan layanan yang menyajikan alat CTG yang dikemas dengan teknologi digital, akan mempermudah penggunaan dan distribusi CTG sehingga harga untuk penyediaan perangkat tersebut dapat ditekan,” jelasnya.

Reporter: Marsono
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*