Tidak Ambil Asuransi Jiwa, Istri Jadi Pewaris Utang KUR

Ilustrasi jeratan utang
Ilustrasi jeratan utang

SUBANG (KM) – Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu program yang ditawarkan perbankan untuk membantu pengusaha kecil menengah yang bisa juga tanpa harus menggunakan agunan. Salah satunya kredit KUR Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang merupakan kredit modal kerja atau kredit investasi dengan batas kredit hingga mencapai Rp 500 juta yang diberikan kepada usaha mikro, usaha kecil dan koperasi dengan bisnis produktif yang akan mendapat jaminan dari perusahaan penjamin.

Namun, utang dari KUR bisa juga menjerat atau membebani keluarga yang menjadi pewaris tanggungan jika kita tidak hati-hati terhadap syarat dan ketentuan, seperti terjadi pada keluarga Almarhum Endang Sunardi, warga Blok Conto Kelurahan Pasir Karembi, Kabupaten Subang, yang mewarisi sisa tanggungan utangnya dari pinjaman KUR Bank BRI Cabang Subang Jl. Otista.

Sejak ditinggalkan suaminya pada Selasa 3 Januari 2018 silam, Icah, istri Endang, terpaksa harus menanggung warisan hutang suaminya dari pinjaman KUR itu.

“Upaya sudah saya lakukan untuk memohon keringanan pada pihak Bank BRI sebagai persyaratan penunjang kebijakan, seperti surat pemberitahuan kematian dan lampiran lain sudah saya beritahukan, tapi tetap saja harus mencicil sedangkan saya yang ditinggal almarhum tidak ada usaha,” tuturnya dengan sedih kepada KM.

Advertisement

“Semenjak almarhum suami, saya tetap harus mencicil dan sudah masuk tiga kali cicilan, pasalnya saya harus bisa mengambil sertipikat [tanah] sebagai agunan KUR,” tambahnya.

Sementara pihak BRI Cabang Subang mengaku sudah mengetahui kondisi tersebut, dan menerangkan bahwa Almarhum Endang memilih untuk tidak mengasuransikan jiwanya agar utang tersebut tidak harus diwarisi oleh keluarganya.

“Endang Sunardi (alm) memang pinjam dan termasuk pinjaman dana KUR dengan agunan sertifikat, namun waktu itu almarhum tidak mau diasuransikan. Dari pihak kami, untuk masalah asuransi itu tergantung inisiatif nasabah dan untuk masalah kebijakan nanti saja, saya gak bisa memutuskan. Nanti saja sama manager perkreditan dan semua sudah ada dalam perjanjian,” papar Hani, staf perkreditan BRI Subang, saat ditemui KM.

Reporter: rd/hzh
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: