Nenek Samirah Tidak Penuhi Syarat Administrasi untuk Program RTLH, “Sedulur Kebumen” Turun Tangan untuk Bedah Rumah

Kondisi rumah sebelum dan sesudah bedah rumah. Foto bersama Tim Bedah Rumah yang terdiri dari Sedulur Kebumen, Kodim 0709 Kebumen, Polres Kebumen, Banser dan Warga di Poncowarno Kebumen 1/3/2019 (dok. KM)
Kondisi rumah sebelum dan sesudah bedah rumah. Foto bersama Tim Bedah Rumah yang terdiri dari Sedulur Kebumen, Kodim 0709 Kebumen, Polres Kebumen, Banser dan Warga di Poncowarno Kebumen 1/3/2019 (dok. KM)

KEBUMEN (KM) – Bedah rumah milik Ibu Samirah, seorang nenek renta warga Desa Blater, Kecamatan Poncowarno, Kabupaten Kebumen, dilakukan oleh komunitas “Sedulur Kebumen” setelah mendapat kabar bahwa wanita tua yang tinggal di rumah yang tidak layak huni itu tidak masuk dalam daftar program rehabilitasi RTLH lantaran nenek Samirah tidak memiliki identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Berdasarkan informasi dan survei pada tanggal 6 Februari lalu yang dilakukan pihak Polsek dan Koramil Poncowarno yang kemudian ditindaklanjuti Polres Kebumen, Kodim 0709 Kebumen dan Sedulur Kebumen dengan tembusan kepada pihak Perkim Kebumen, bedah rumah dilakukan terhadap rumah milik Ibu Samirah karena kondisi yang memprihatinkan sehingga tidak mungkin menunggu program RTLH tahun depan.

Rumah di Dusun Legok itu atapnya bolong, berlantai tanah, dan tidak ada penerangan apapun, sementara nenek malang itu harus tidur tanpa kasur dan tidak ada alat rumah tangga satu pun. Ia pun tinggal sendiri di rumah itu.

Penyerahan kunci setelah bedah rumah Ibu Samirah dilakukan oleh Tim Bedah Rumah pada Jumat 1/3 kemarin.

Koordinator Sedulur Kebumen, Sugeng Budiawan selalu mengajak untuk berbagi kepada sesama dan yang membutuhkan.

“Kita membuka donasi dan diterima antara lain berasal dari Binmas Polres, Kodim, Staf Pemda, para pengusaha yang ada di Kebumen ataupun luar Kebumen, para pejabat bank pemerintah ataupun BUMN, PLN, Dinas Perkim, PPH dan PPN,” terangnya.

“Kita juga harus selalu menekankan bekerja ikhlas, memberikan donasi juga ikhlas maka akan jadi berkah yang nikmat. Adapun pelaksana bedah rumah dari anggota Polri, TNI, Banser dan tentunya warga setempat,” katanya.

Advertisement

Perwira Tinggi TNI AD asal Kebumen, Jenderal Gathut melalui Dandim 0709 Kebumen Lelkol Inf. Zamril Philiang mengatakan, melalui Sedulur Kebumen, Kodim 0709 Kebumen dan Polres Kebumen serta pemerintahan Kabupaten Kebumen “selalu mendukung dan memberikan motivasi” baik dalam bentuk moril maupun materil.

“Kita ikut prihatin karena masih banyak masyarakat Kebumen yang hidup dalam kemiskinan, tempat tinggal yang tidak layak huni, banyak sarana ibadah yang belum baik,” katanya.

Pada kesempatan bedah rumah kali ini Sedulur Kebumen juga memberikan bantuan pada salah satu gereja Kristen Jawa di Desa Blater berupa pemasangan keramik dan rehabilitasi.

Dandim 0709 Kebumen Letkol Inf. Zamril Philiang mengatakan, Sedulur Kebumen beserta Forkopimda mempunyai harapan dan target untuk selalu membantu masyarakat Kebumen sebanyak-banyaknya, “sekuat tenaga dan pikiran” serta mendukung program pemerintah untuk RTLH.

“Memang pemerintah punya program RTLH khususnya untuk bedah rumah, tapi itu semua tidak bisa terjangkau oleh pemerintah, dalam arti program RTLH dari pemerintah sendiri punya aturan-aturan, persyaratan dan sistem birokrasi yang harus dilengkapi oleh masyarakat dan tidak semua bisa mendapatkan program tersebut dengan alasan tidak memenuhi persyaratan,” terangnya.

“Dan disinilah peran Sedulur Kebumen untuk membantu masyarakat yang tidak tersentuh atau tidak bisa mendapatkan program RTLH bedah rumah dari pemerintah,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini, Kapolres Kebumen AKBP Roberto Pardede berharap semoga dengan perbaikan sarana ibadah gereja ini, para jemaat gereja Kristen Jawa kelompok Legok Pepanthan akan semakin khusyuk dalam menjalankan ibadahnya.

Reporter: Evie
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: