Kades Air Anyir: “Belum ada Kepastian Lokasi GOR Bangka”
BANGKA (KM) – Pembangunan Gelanggang Olah Raga( GOR) yang akan dibangun di kawasan Dusun Mudel, Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Menanggapi hal ini, Kepala Desa Air Anyir, Samsul Bahari, ketika ditemui KM Selasa 26/3 di ruang kerjanya mengatakan bahwa dirinya mengacu pada proposal yang diajukannya kepada Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) beberapa waktu lalu.
“Dalam ajuan saya bukan GOR tetapi pembangunan sebuah stadion terbesar di Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung,” ungkap Samsul.
Samsul juga menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan lahan sekitar 60 sampai dengan 100 hektar untuk pembangunan stadion tersebut.
“Berdasarkan informasi yang saya terima ada sebanyak 500 kabupaten Se-Indonesia yang disodorkan oleh Kemenpora lewat Dana DAK (Dana Alokasi Khusus) hanya diperuntukan bagi 40 kabupaten dan salah satunya Kabupaten Bangka,” tandas Samsul.
Bahwa GOR itu akan dibangun di Desa Air Anyir, kades itu mengaku senang. Namun, kabar terakhir adanya kasak-kusuk di Kabupaten Bangka bahwa pembangunan GOR tersebut dipusatkan di eks tambang 23 Sungailiat, dan bukan di Desa Air Anyir.
“Menyikapi masalah ini, maka saya berinisiatif melaporkannya kepada Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung yakni Erzaldi Rosman Johan bahwa pembangunan GOR itu untuk anggaran fisiknya 15 miliar dan kita sudah menyiapkan lahannya dan tidak ada pembebasan lahan, kalaupun mau dibebaskan lahan itu, bisa dianggarkan menggunakan dana APBD, karena saya sudah sampaikan agar dalam rapat anggaran nanti dimasukkan dan hal ini pun sudah saya laporkan ke pak Gubernur,” jelasnya.
Dalam notulensi rapat Gubernur Babel, disebutkan bahwa GOR yang diusulkan akan dibangun di eks tambang 23 itu diakomodir di Desa Air Anyir, atas petunjuk Gubernur.
“Sayangnya, mereka tetap ngotot pembangunan GOR di eks tambang 23 Sungailiat, bahkan informasi sudah menyiapkan anggaran untuk pembebesan lahannya,” lanjut Kades.
“Makanya saya sempat mempertanyakan kenapa harus di eks tambang 23, terus lahan itu milik siapa? Hal ini hendaknya diperjelas,” pinta Samsul.
“Dari kabar terakhir yang saya dapat, mereka mengirim surat ke Gubernur Babel Erzaldi Rosman Johan meminta arahan mengenai alasan mereka mengatakan kawasan tersebut terkendala dengan air, ironisnya lagi anggaran pembanguan sudah siap dikucurkan.”
“Menindak hal itu Gubernur Babel Erzaldi Rosman Johan sudah membalas surat tersebut namun saya tidak tahu kelanjutannya, cuma dari kabar yang berkembang pak Gubernur setuju dibangun di Desa Air Anyir,” imbuh Samsul.
Bahkan Samsul mengatakan dirinya sudah menginvestakan dana pribadi sekitar 20 juta rupiah buat pembangunan Gelanggang Olah Raga itu.
Reporter: Dedy Wahyudy
Editor: HJA
Leave a comment