APK yang Dicabut Ketua RW di Kedung Waringin Diduga Liar, Panwascam: “Pencopotan Tetap ada Aturannya”

Ketua Panwaslu Kecamatan Tanah Sareal, Supriantona Siburian (dok. KM)
Ketua Panwaslu Kecamatan Tanah Sareal, Supriantona Siburian (dok. KM)

BOGOR (KM) – Pencabutan Alat Peraga Kampanye (APK) berupa banner pasangan calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 oleh Ketua RW 16 Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, beberapa waktu lalu, berbuntut panjang. Kini, perbuatan tersebut ditindaklanjuti oleh Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Tanah Sareal, Kota Bogor.

“Klarifikasi dari terduga Ketua RW 16 Kelurahan Kedung Waringin, Januar, pengakuannya hal mendasar pencopotan APK tersebut adalah terdapat tulisan Kami Warga RW 16 Kelurahan Kedung Waringin Mendukung Paslon Nomor Urut 01 Jokowi – Ma’ruf Amin,” ungkap Ketua Panwascam Tanah Sareal Supriantona Siburian, kepada kupasmerdeka.com, Jumat 15/3.

“Ya dengan pemanggilan hari ini untuk mengklarifikasi tindakan pencopotan APK, terduga mengakui bahwa dirinya yang mencopot APK tersebut, dirinya juga merasa menyesal atas tindakanya,” lanjut Anto.

“Hal tersebut dilakukan hanya untuk menjaga Pemilu 2019 yang damai, dari pengakuan terduga,” tambahnya.

Advertisement

Menurut Anto, ia juga menyatakan bahwa tulisan yang membawa nama warga RW 16 itu “tidak ada sama sekali” tembusan ataupun pemberitahuan kepada dirinya selaku ketua RW. Warga juga tidak ada yang merasa memasang banner tersebut.

“Berdasarkan lokasi pemasangan banner pun berada di tempat yang bukan ditunjuk dan ditetapkan KPU maupun Bawaslu, bisa dikatakan pemasangan ilegal. Namun untuk tindakan pencopotan ada aturannya, yang berhak mencabut adalah Panwas, Satpol PP dan pihak yang sudah diatur dalam aturan PKPU,” tutur Anto.

Masih kata Anto, selanjutnya tetap akan ada kajian untuk masalah pencopotan APK ini. Informasi awal dari temuan Panwascam Tanah Sareal ini akan didalami, tidak menutup kemungkinan Panwascam akan memanggil Tim Kampanye Daerah (TKD) Kota Bogor paslon nomor urut 01 untuk dimintai keterangan,” pungkas Anto.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: