Anggota DPRD Bangka Pertanyakan Pemindahan Proyek GOR ke Desa Air Anyir

Anggota DPRD Bangka, Iskandar (dok. KM)
Anggota DPRD Bangka, Iskandar (dok. KM)

BANGKA (KM) – Dalam rencana pembangunan jangka menengah yang disusun saat pemerintahan mantan Bupati Bangka Tarmizi Saat, pembangunan sebuah Gelanggang Olah Raga (GOR) direncanakan akan dibangun di kawasan eks tambang 23 (Pramuka) di Sungailiat.

Namun, pada kenyataannya, proyek tersebut berpindah tempat ke Desa Air Anyir, Merawang. Hal itu dipertanyakan oleh legislator Bangka, Iskandar, yang ditemui KM di kediamannya Sabtu 16/3 kemarin.

“Hal itu jelas pada saat kami rapat anggaran, namun anehnya begitu anggaran APBN mau dikucurkan kok bisa berubah GOR itu akan dibangun di Desa Air Anyir Kecamatan Merawang, ini yang kita pertanyakan,” kata politisi PDIP itu.

“Kalau kita hitung jarak tempuh antara GOR yang ada sekarang dan terletak dekat dengan [pusat pemerintahan] provinsi dengan GOR yang rencananya akan dibangun di kawasan Desa Air Anyir berapa jaraknya, itu perlu kita kaji lagi,” tambah Iskandar.

“Memang untuk alasan pemekaran wilayah itu sah-sah saja tetapi bukan seperti GOR untuk memekarkan, memperindah, ataupun memperluas wilayah,” kritik anggota Komisi I DPRD Bangka ini.

“Tetapi berdasarkan pengalaman saya untuk memperluas wilayah adalah peran serta dari rakyat sendiri yang bisa meramaikan dan datang untuk bermukim di tempat tersebut. Jadi salah satu alternatifnya adalah membangun perumahan, bukan GOR sebab jarak tempuh antara GOR yang ada sekarang dengan yang akan dibangun terlalu dekat, ” ungkapnya.

Advertisement

Iskandarpun sempat mempertanyakan tentang lokasi dan status hukum tanahnya, apa sudah ada kejelasan atau belum.

“Sebab kalau tanah itu hibah dari pemerintah desa, coba cek dulu sejauh mana kebenarannya apakah tanah itu punya rakyat, pribadi atau milik perusahaan,” papar Iskandar.

Bahkan dengan tegasnya Iskandar mengatakan, kalau memang tanah tersebut milik pemerintahan desa, patut ditanyakan dulu kepada masyarakat, setuju atau tidak. “Karena banyak yang akan dibutuhkan oleh masyarakat setempat khususnya Desa Air Anyir kalau itu memang milik desa,” lanjutnya.

“Yang jelas pemindahan lokasi GOR tersebut kami tidak tahu siapa, tapi laporannya sudah dipindahkan, makanya saya pertanyakan pada saat rapat anggaran kemarin, bukan saya tidak setuju apalagi dibangun di desa saya sendiri tetapi harus dilihat dan disesuaikan dengan kebutuhan dan asas manfaatnya,” jelasnya.

Bahkan Iskandar mengutarakan hasil kunjungan kerjanya ke beberapa daerah bahwa kantor Disporanya berada di dekat GOR itu sendiri. “Nah pertanyaan saya apakah mau kantor Dispora Kabupaten Bangka berkantor di GOR tersebut? Kedua, apakah masyarakat kota Sungailiat mau berolahraga kesana?” pungkas Iskandar.

Reporter: Dedy Wahyudy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: