Sengketa Sentul City, Warga Minta Bupati Bogor dan DPRD Fasilitasi “Public Hearing”

Ketua PWSC Cinta Damai Erwin Lebbe Mewakili Warga Sentul City (dok. KM)
Ketua PWSC Cinta Damai Erwin Lebbe Mewakili Warga Sentul City (dok. KM)

BOGOR (KM) – Polemik yang terjadi di Sentul City Kabupaten Bogor pasca putusan Mahkamah Agung No. 463 K/TUN/2018 tertanggal 11 Oktober 2018 mengenai sengketa Administrasi Tata Usaha Negara (TUN) antara Pihak Pemohon Kasasi KWSC (warga Sentul City) dengan pihak Bupati Bogor dan Sentul City,  membuat sebagian besar warga ataupun penghuni perumahan mewah itu angkat bicara.

Melalui wadah Paguyuban Warga Sentul City (PWSC) Cinta Damai, warga meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sebagai eksekutif dan legislatif DPRD Kabupaten Bogor segera memfasilitasi public hearing.

Ketua Paguyuban Erwin Lebbe didampingi Erfi Triassunu, Dhani Setiawan, dan Fatta Hidayat, meminta kepada Pemkab Bogor dan DPRD agar segera melakukan pertemuan tersebut. Dalam pertemuan forum itu, semua pihak dihadirkan, baik eksekutif dan legislatif, PDAM Tirta Kahuripan, pihak KWSC maupun warga yang selama ini tidak turut campur atas permasalahan itu yakni PWSC Cinta Damai.

Public hearing itu sangat penting, semuanya duduk bersama disaksikan langsung oleh pihak Pemkab Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor. Kami mohon Bupati Ade Yasin dapat segera memfasilitasi dilakukannya public hearing itu. Untuk apa, forum itu untuk menghasilkan solusi-solusi terbaik pasca keputusan MA,” ungkap Erwin kepada awak media, Jumat 29/1.

Erwin juga menegaskan bahwa PWSC Cinta Damai ini merupakan paguyuban murni dari warga yang selama ini patuh terhadap regulasi yang berlaku, dan selalu membayar seluruh kebutuhan yang berlaku.

Advertisement

“Jadi paguyuban ini bukan bentukan dari pengembang Sentul City, tetapi karena melihat sikon tidak kondusif dan selama ini warga diam, sehingga mayoritas warga Sentul City ini bergerak untuk menyelamatkan dari dampak-dampak kerugian yang dialami warga atas kisruh atau polemik yang terjadi selama ini,” lanjutnya.

Erwin menegaskan, akan ada dampak dampak sangat besar pasca putusan MA, bagi warga di Sentul City. Sebagian besar warga yang patuh dan taat membayar “tentunya akan dirugikan”. PWSC Cinta Damai juga sudah melakukan audiensi dengan PDAM Tirta Kahuripan, dan ke DPRD Kabupaten Bogor.

“Itulah kenapa harus ada public hearing, karena di dalam pertemuan forum itu semuanya saling tatap muka dan dibahas. Supaya tidak ada lagi pengkotak-kotakan, kubu sana dan kubu sini, semuanya harus sepakat mencari solusi jalan terbaik, dan tidak merugikan siapapun. Ini menyangkut kebersamaan seluruh warga Sentul City, bukan hanya satu atau dua pihak saja, tetapi keseluruhan warga. Kami ingin semuanya terfasilitasi dan aspirasi diterima Pemkab Bogor dan DPRD,” tutupnya.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: