Najamudin Penuhi Panggilan Bawaslu Terkait Dugaan Pelanggaran Kampanye

Pelanggaran kampanye (ilustrasi)
Pelanggaran kampanye (ilustrasi)

BOGOR (KM) – Berdasarkan temuan dan penelusuran Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, didapatkan adanya dugaan pelanggaran penayangan iklan di luar jadwal kampanye oleh calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bogor-Kabupaten Cianjur, Najamudin.

“Berdasarkan temuan dan penelusuran Panwaslu Kecamatan, pada tanggal 26 Desember 2018 adanya dugaan pelanggaran penayangan iklan di luar jadwal kampanye di media online Bogorchannel.id, kami Bawaslu Kota Bogor memanggil terlapor Najamudin, untuk memberikan keterangan,” ungkap Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Bogor Firman, kepada kupasmerdeka.com, Rabu 2/1.

“Sebelumnya kami juga sudah meminta keterangan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bogor yang diwakili saudara Bambang selaku Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan. Menurut Bambang, metode kampanye pemasangan iklan di media cetak dan online itu di lakukan 21 hari sampai dengan hari tenang,” tambahnya.

“Jadi lebih rinci lagi di PKPU nomor 32 tahun 2013 terkait tahapan jadwal program kampanye dimulai 24 Maret-13 April 2019,” tutur Firman.

Kata Firman, pihaknya akan memeriksa dan memintai keterangan baik dari pelapor, terlapor dan saksi-saksi. “Jika memang terbukti dugaan pelanggaran tersebut berdasarkan PKPU 23 sebagai mana telah diubah PKPU 33 2017 tentang kampanye, sanksinya jelas ada teguran tertulis, penertiban APK, bila ada iklan, menghentikan iklan tersebut.”

Advertisement

Berdasarkan regulasi, lanjut Firman, sudah jelas terkait tentang pengaturan tentang Pemilu. “UU nomor 7, ada kurungan penjara dan denda. Jika terbukti seorang calon anggota DPR atau anggota tim kampanye yang melakukan pelanggaran dalam pasal 492, diatur sanksi dapat dikenakan ancaman hukuman 1 tahun kurungan penjara dan denda paling banyak Rp12 juta,” terang Firman.

Di tempat yang sama, Najamudin, yang memenuhi panggilan Bawaslu Kota Bogor, mengaku bahwa dirinya memang bekerjasama untuk penayangan iklan di bogorchannel.id, namun bukan untuk iklan berkampanye, tapi iklan ucapan selamat bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Ya ada kerjasama saya dengan bogorchannel.id, tapi bukan untuk pemasangan iklan berkampanye, tapi untuk ucapan Maulid Nabi,” jelas Najamudin.

Secara teknis, lanjut Najamudin, “saya tidak tahu kenapa jadi materi kampanye pencalonan DPR RI, yang tayang di bogorchannel.id, yang pasti saya tidak kontrak kerjasama untuk kampanye,” pungkasnya.

Reporter: ddy, rio
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: