Klaim Serobot Lahan Swasta, Pengusaha Grand Garden Tutup Jalan Akses Bateng-Pangkalpinang dengan Pagar Panel

Akses Jalan Tanah Puruh yang dipagar oleh oknum pengusaha Grand Garden Pangkalpinang (dok. KM)
Akses Jalan Tanah Puruh yang dipagar oleh oknum pengusaha Grand Garden Pangkalpinang (dok. KM)

PANGKALPINANG (KM) – Aset Jalan Tanah Puruh yang merupakan milik Pemerintah Kota Pangkalpinang dan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, ditutup oleh oknum pengusaha Grand Garden di Pangkalpinang. Penutupan tersebut dilakukan karena mereka mengklaim jalan itu sudah mengambil lahan tanah milik mereka.

Ketua RT 16 Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Parti, mengatakan bahwa awal pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jalan Tanah Puruh dan pembangunan jembatan tidak ada permasalahan ataupun keluhan dari oknum pengusaha yang menutup aset jalan tersebut. “Bahkan mereka sempat melihat proses pembuatan jembatan itu,” ungkap Parti kepada kupasmerdeka.com, Senin 14/1.

“Bahkan setelah akses pembangunan Jalan Tanah Puruh tersebut selesai dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, langsung dipagar oleh pemilik tanah yaitu oknum pengusaha Grand Garden, termasuk juga alur air kolong yang mengalir ke kolong Bravo,” sambungnya.

Ia menjelaskan, dahulu jalan ini bisa dilewati warga. Namun, sekarang akibat ada pagar tersebut jalan menjadi buntu. “Tidak hanya itu saja, alur air kolong juga ditutupi oleh mereka, sehingga musim hujan saat ini, kondisi di daerah itu air nya meluap ke atas, sehingga membuat masyarakat di sekitar merasakan ketakutan akan terjadinya banjir besar,” tambah Parti.

Advertisement

Ia pun berharap permasalahaan ini agar cepat diselesaikan oleh pemerintah terkait, baik itu Pemerintah Provinsi, Pemerintah Bangka Tengah, maupun Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Sementara itu, Camat Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Risaldi Adhari membenarkan bahwa jalan yang dipagar panel dan jembatan tersebut adalah aset milik Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah.

“Iya memang benar akses jalan yang dipagar panel dan jembatan itu aset milik Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dan yang di seberang jembatan aset milik Kota Pangkalpinang,” ungkap Risaldi kepada awak media.

“Saya berharap Pemerintah Kota Pangkalpinang dapat bersinergi dengan kami, sebab kalau tidak, kami tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang. Dan harapan saya akses jalan itu bisa dibuka kembali dan bisa dilewati oleh warga,” pungkasnya.

Reporter: Robi Karnito, Herdianto
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: