Dituding Lakukan Penipuan Massal, Rizayati Nasdem: “Itu Hoax dan Fitnah!”
BOGOR (KM) – Sejumlah lingkaran di media sosial dibuat heboh dengan beredarnya kabar bahwa tuntutan biaya yang tinggi membuat Caleg Nasdem Rizayati melakukan penipuan skala besar kepada warga Sulawesi Utara (Sulut) dan daerah lainnya dengan modus “Rumah Bersubsidi Jokowi”. Diklaim bahwa Rizayati tidak segan mengaku sebagai “ring 1” Jokowi dan mencatut nama-nama petinggi negara, Kementerian PUPR dan Sekretaris Negara (Setneg) untuk meyakinkan korban-korbannya agar membayar sejumlah uang muka untuk pembangunan Rumah Bersubsidi Jokowi.
Merasa dirugikan dan dicemarkan nama baik dan perusahaannya, PT. Rizki Imza Jaya, Rizayati menjawab tudingan para oknum penyebar “fitnah dan hoax” yang disebar melalui media sosial dan media lainnya. Dia menyebut, ulah yang dilakukan oknum tersebut hanya untuk “mengganggu konsentrasi” dirinya meraih kemenangan pada pencalonan dirinya sebagai legislator pusat.
Calon anggota legislatif (Caleg) Partai Dapil V Jawa Barat (Kabupaten Bogor) itu menegaskan bahwa apa yang dituduhkan kepadanya adalah “upaya mengkambinghitamkan dirinya” dari para oknum perusahaan lain yang telah menipu masyarakat.
Rizayati menyebut, justru dirinya hadir kala itu untuk menolong dan menyelamatkan seratus proyek rumah yang nyaris tidak diselesaikan oleh oknum perusahaan.
“Waktu itu total rumah yang saya kasih 100 unit, yang akan dibangun, namun oknum perusahaan itu meminta ke masyarakat 250 unit. Nah yang 150 lainnya sama sekali bukan wewenang atau tanggung jawab kami, karena saya tidak tahu sama sekali perihal itu,” ungkap Rizayati kepada awak media saat memberikan klarifikasi disalah satu rumah makan Kawasan Cisarua Kabupaten Bogor, Selasa 29/1.
“Tapi tetap saya hadir dan menolong mereka dengan meneruskan pengerjaan yang 100 unit itu, karena yang 100 itu pun ditinggalkan oleh oknum perusahaan tadi. Lalu, langkah baik saya itu kenapa kok mereka salahkan saya? Harusnya mereka kejar perusahaan pertama yang telah menipu mereka itu,” terang Rizayati.
Rizayati mengatakan, apa yang dituduhkan kepada dirinya oleh oknum tersebut” sangatlah tidak mendasar dan sangat jauh sekali dari fakta”.
“Apalagi jika dipaparkan hitungan nilai nominalnya. Saya jawab tudingan mereka itu bohong, karena bagaimana saya menipu mereka? sedangkan harta kekayaan saya lebih besar dari nilai yang mereka tuduhkan,” paparnya.
Sebelumnya, Rizayati sudah melaporkan oknum atau pihak yang menyebar “fitnah” ini ke Bareskrim Polri.
Rizayati menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meninggalkan hutang dalam perjanjian kerjasama pekerjaan. “Kalau memang saya ada hutang, lapor Polisi. Bukan sebar fitnah di media, ini kan negara hukum, proses sesuai peraturan dan Undang-undang Hukum yang ada,” katanya.
“Saya merasa ini ada oknum yang ambil uang masyarakat pakai nama saya, tujuan dia ingin menghancurkan nama perusahaan saya dan kejahatan dirinya tertutup dengan mengkambinghitamkan saya dan perusahaan,” pungkasnya.
Reporter: ddy
Editor: HJA
Leave a comment