Buntut “Salam Satu Jari” Bersama Ma’ruf Amin, Bawaslu Akan Periksa Walikota Bogor

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto saat memberikan keterangan kepada wartawan (dok. KM)
Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto saat memberikan keterangan kepada wartawan (dok. KM)

BOGOR (KM) – Usai muncul dugaan adanya pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang dilakukan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor memanggil Tim Kampanye Daerah (TKD) Kota Bogor untuk Pasangan Calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 1.

Bima dilaporkan kepada Bawaslu usai beredar fotonya bersama cawapres Ma’ruf Amin saat ia berkunjung ke Pondok Pesantren Al Ghazaly, Kota Bogor, beberapa waktu lalu dengan mengacungkan “salam” satu jari, yang dianggap sebagai salah satu simbol dari kampanye paslon 01.

“Ini merupakan rangkaian pemanggilan dugaan pelanggaran yang dilakukan pejabat pemerintahan, dalam hal ini Walikota Bogor,” ungkap Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Bogor Firman, kepada kupasmerdeka.com, Kamis 10/1.

“Sebelumnya Bawaslu Kota Bogor sudah memanggil para saksi dari Pengawas Kecamatan (Panwascam) Bogor Tengah dan Kelurahan Kebon Kelapa untuk dimintai keterangannya,” tambah Firman.

Firman menjelaskan, pejabat Walikota jelas dilarang keberpihakannya kepada peserta Pemilu, baik sebelum dan selama masa kampanye. “Larangan tersebut berupa ajakan atau himbauan,” katanya.

“Jika Walikota terbukti melanggar, yang bersangkutan dapat kena pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp36 juta, sesuai dengan ketentuan Pasal 547 UU No. 7/2017, dan diatur Pasal 283 ayat (1) dan ayat (2) UU No.7/2017 tentang Pemilu,” terang Firman.

Untuk hari ini, lanjut Firman, “kami panggil untuk meminta keterangan kepada TKD Kota Bogor Paslon nomor urut 1, yaitu PLT Ketua Tauhid J Tagor dan Sekretaris Vayireh Sitohang.”

“Dan besok akan diagendakan klasifikasi atau keterangan langsung dari Walikota Bogor Bima Arya,” pungkasnya.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*