Pesan Natal Gereja Katolik Santa Perawan Maria Purworejo: Hargai Hak Asasi Manusia

Romo Stefanus Tri Supriationo dengan sejumlah jamaat di Gereja Katolik Santa Perawan Maria Purworejo pada perayaan Natal 25/12/2018
Romo Stefanus Tri Supriationo dengan sejumlah jamaat di Gereja Katolik Santa Perawan Maria Purworejo pada perayaan Natal 25/12/2018

PURWOREJO (KM) – Perayaan Natal di Gereja Katolik Santa Perawan Maria Purworejo berlangsung khidmat, Selasa 25/12. Gereja ini adalah gereja tua yang dibangun 91 tahun yang lalu, dan kini dipimpin oleh Romo Stefanus Tri Supriationo. Jumlah jemaat Gereja Katolik Santa Perawan Maria Purworejo ini mencapai 3.500 orang.

Romo Stefanus Tri Supriationo mengatakan, tema Natal kali ini adalah “Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita”.

“Dengan kehadiran Yesus Kristus itu menjadi anugerah Tuhan yang diberikan kepada kita dan dalam anugerah itu tentunya setiap orang akan menjadi suka cita, maka dalam suka cita itu kita akan menyadari bahwa diri kita sebagai manusia, dan semakin menghargai kemanusiaan, terutama hak asasi manusia,” katanya.

“Dengan menghargai hak asasi manusia maka setiap orang akan menyadari akan tanggung jawabnya bahwa hak sebagai manusia perlu dihargai, sehingga orang tidak akan gampang korupsi, tidak gampang menyalahgunakan kuasa dan kewenangannya,” lanjutnya.

Ketika ditanya mengenai kesan Natal, Romo Tri mengatakan bahwa semangat Natal terasa ketika bersama anak-anak. “Karena dengan anak- anak, jiwa ketulusan dan keikhlasan sangat terasa,” katanya.

“Karena dengan kepolosan anak-anak dengan segala kreatifitas yang sangat antusias mengajarkan cara hidup kita yang sebenarnya. Dengan antusias itu adalah untuk membangun hidup dalam kehidupan ini,” tuturnya.

“Harapan untuk Indonesia, bagi sesama mahluk hidup dengan berbagai kepercayaan agama, budaya yang berbeda- beda tapi kita adalah satu sebagai saudara bangsa Indonesia. Berharap Indonesia semakin kuat terutama dalam menjalani kehidupan bersama sebagaimana cita-cita dan harapan pendiri negara kita agar kita selalu menjaga Indonesia menjadi kuat, tidak dipandang sebelah mata oleh dunia, sebagai pelopor perdamaian, keadilan dalam cinta kasih, khususnya membangun kerukunan dalam perbedaan,” harapnya.

Reporter: Evie
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*