Penuhi Panggilan Panwascam Tanah Sareal, Laniasari Bantah Lakukan Pelanggaran Pemilu

Ketua Pawaslu Kecamatan Tanah Sareal, Supriantona Siburian (dok. KM)
Ketua Pawaslu Kecamatan Tanah Sareal, Supriantona Siburian (dok. KM)

BOGOR (KM) – Calon anggota legistatif (Caleg) Kota Bogor dari PDI Perjuangan nomor urut 2 Daerah Pemilihan (Dapil) 5, R. Laniasari memenuhi panggilan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor terkait laporan dugaan pelanggaran yang melibatkan dirinya, Rabu 5/12.

Sebelumnya, ada aduan masyarakat terkait pelanggaran administratif dengan melakukan kegiatan kampanye tanpa ada pemberitahuan dan laporan kepada Panwas, KPU dan Kepolisian setempat, serta dugaan pidana Pemilu yaitu melakukan kegiatan suatu pengaspalan jalan yang menggunakan dana APBD dimana petugas pengaspalan saat bekerja memakai seragam kampanye dirinya.

“Sekarang ini saya memenuhi panggilan dari Panwaslu Kecamatan terkait adanya laporan pelanggaran kampanye yang saya lakukan,” ungkap Laniasari yang juga menjabat anggota DPRD Kota Bogor dari PDI Perjuangan.

“Untuk aduan pertama masalah administratif yang mengatakan saya kampanye tanpa izin ke pihak-pihak terkait. Saya pertegas di setiap kegiatan kampanye saya selalu memberitahukan dan juga melaporkan kepada pihak-pihak terkait… Yang dilaporkan tersebut di mana pelanggarannya? Saat itu saya sedang tidak berkampanye dan tidak ada di lokasi,” ujar Laniasari.

Untuk aduan kedua, sambung Laniasari, berkampanye dalam pekerjaan proyek. “Pekerjaan proyek tersebut merupakan program dari anggota DPRD dan Dinas terkait yang menjalankannya, adapun para pekerja yang memakai seragam kampanye, saya tidak tahu sama sekali dan tidak pernah menginstruksikan kepada orang-orang tersebut, entah itu simpatisan ataupun pendukung saya, yang jelas saya tidak tahu sama sekali hal tersebut, serta saya tidak ada di lokasi,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Panwaslu Kecamatan Tanah Sareal Supriantona Siburian menjelaskan, “hari ini terlapor Caleg atas nama R. Laniasari memenuhi panggilan Panwaslu Kecamatan untuk dimintai keterangan. Terlapor sangat kooperatif dan tepat waktu datang memenuhi panggilan,” jelas Supriantona.

“Menurut keterangan terlapor, aduan pelanggaran tersebut dirinya tidak mengetahui sama sekali, siapa yang melakukannya, siapa yang menginstrusikannya dan dirinyapun tidak ada di lokasi tersebut,” kata pria yang akrab disapa Anto.

“Klarifikasi ini menjadi bahan kajian kami dari Panwaslu Kecamatan. Kami akan kaji apakah ada unsur-unsur pelanggarannya nanti, dan menjadi bahan laporan kami kepada atasan.”

“Yang jelas Panwaslu Kecamatan tidak bisa memutuskan ini pelanggaran atau bukan, Panwascam hanya mengkaji dan memberikan rekomendasi kepada Bawaslu Kota Bogor, langkah selanjutnya ada di Bawaslu Kota, melalui Gakkumdu,” pungkas Anto.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

1 Comment

  1. Masuk angin kali panwas nya….. Usut se transparan mungkin

Leave a comment

Your email address will not be published.


*