Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen Pimpin Tanam Perdana Padi Unggul “Inpari Sidenuk” Kembangan BATAN

Jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Kebumen didampingi jajaran Muspika Kecamatan Prembun melakukan tanam perdana Padi Varietas Inpari Sidenuk dalam Farmers Field Day (FFD) di Kecamatan Prembun Kebumen 6/12/2018.
Jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Kebumen didampingi jajaran Muspika Kecamatan Prembun melakukan tanam perdana Padi Varietas Inpari Sidenuk dalam Farmers Field Day (FFD) di Kecamatan Prembun Kebumen 6/12/2018.

KEBUMEN (KM) – Kegiatan Farmers Field Day (FFD) tanam perdana padi varietas “Inpari Sidenuk” dilaksanakan di Kecamatan Prembun, Kebumen, Selasa 6/12, bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen Pudjirahaju, Camat Prembun, Danramil Prembun, Kapolsek Prembun, Penyuluh Lapangan, Gapoktan se-Kecamatan Prembun dan masyarakat. Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan praktek tanam menggunakan menggunakan mesin transplanter.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen Pudjirahaju mengatakan, padi jenis ini adalah salah satu varietas unggul. “Padi varietas Inpari Sidenuk adalah varietas jenis unggul yang dikembangkan oleh Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) dengan rasa yang enak dan tahan hama wereng dimana hama wereng adalah hama yang sangat menghantui para petani. Sasaran penggunaannya adalah untuk memperkuat ketahanan pangan sehingga akan menambah jumlah produksi seperti yang diminta pemerintah untuk mengurangi impor beras. Sehingga stok beras untuk masing- masing daerah diharapkan aman atau memadai,” jelasnya.

Camat Prembun Ahmad Ngaisom mengatakan, kegiatan ini sangat meningkatkan ketahanan pangan. “Kegiatan Farmers Field Day

Advertisement
ini sangat membantu untuk meningkatkan ketahanan pangan. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari Dinas Pertanian Kabupaten Kebumen untuk FFD ini dilakukan di Kecamatan Prembun ini. Penggunaan mesin pertanian ini semoga bisa dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.

Sementara petani yang juga pegawai pertanian Badri mengatakan, dengan teknologi mesin ini masa tanam padi menjadi lebih cepat.

“Ya dengan transplanter maka menanam menjadi lebih cepat dibanding dengan cara tradisional yaitu dalam satu hari dengan 2 operator dapat menanam setengah hektar. 2 orang ini tugasnya masing-masing untuk mengoperasikan mesin dan menyiapkan bibit yang akan disemaikan. Secara pribadi mungkin alat ini belum bisa dimiliki karena harganya mahal sehingga bisa melalui Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dengan penggunaan yang diatur. Yang jelas alat ini membuat lebih efisien secara waktu maupun tenaga manusia,” pungkasnya.

Reporter: Evie
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: