BARUPAS Himbau KPU Untuk Berlaku Jujur Atas Dugaan Keberadaan 31 Juta Suara Siluman

Ketua Umum Pimpinan Pusat Barisan Rakyat Untuk Prabowo Sandi (BARUPAS), Azrai Ridha, SH
Ketua Umum Pimpinan Pusat Barisan Rakyat Untuk Prabowo Sandi (BARUPAS), Azrai Ridha, SH (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Permasalahan suara siluman dalam pemilu serentak yang akan diadakan April 2019 mendatang disinyalir akan menghantui penyelenggaraan pemilu tersebut. Bagi tim kampanye masing-masing calon, tentunya hal ini akan menjadi masalah serius mengingat jumlah suara siluman yang diduga berjumlah 31 juta mampu menentukan kemenangan masing-masing calon, baik bagi calon presiden dan wakil presiden maupun para calon anggota legislatif yang akan bertarung ketat di zona daerah pemilihan mereka .

Ketua Umum Pimpinan Pusat Barisan Rakyat Untuk Prabowo-Sandi (BARUPAS), Azrai Ridha mengatakan jika permasalahan suara siluman 31 juta itu tersebut merupakan suatu persoalan yang “sangat serius” dan menjadi perhatian publik. Menurutnya, jika KPU tidak transparan soal suara siluman ini, maka akan menjadi bias dan dapat mengakibatkan hal yang fatal dalam pelaksanaan pemilu yang akan datang.

“Bagi organisasi relawan seperti BARUPAS, suara siluman ini akan memiliki pengaruh yang sangat signifikan bagi perolehan suara dalam pemilu dan sangat menentukan kemenangan bagi siapapun,” ujar Azrai kepada KupasMerdeka.com Kamis 6/12.

“Oleh karenanya tentu jika hal ini dibiarkan berkembang dan tidak ditanggapi oleh KPU secara serius maka tentu kita semua sangat khawatir bahwa Pemilu yang akan datang ini sangat diragukan keabsahan penyelengaraan pemilu tersebut,” lanjut Azrai.

Azrai Ridha juga menilai jika rakyat sekarang ini sangat memperhatikan dan mengikuti agenda demi agenda serta tahapan demi tahapan penyelenggaraan Pemilu yang dilaksanakan oleh KPU, oleh sebab itu dirinya mengingatkan KPU untuk benar-benar memperhatikan permasalahan suara siluman ini.

“Jika KPU tidak melaksanakan amanah dalam menyelenggarakan Pemilu ini dengan tidak menunjukkan transparansinya dalam hal penghitungan dan pengelolaan jumlah pemilih dan suara, pasti akan menimbulkan gejolak yang luar biasa dalam masyarakat dan tentu akan mendegradasikan kepercayaan rakyat terhadap Lembaga penyelenggara Pemilu yaitu KPU dan juga lembaga pengawas pemilu Bawaslu,” ungkap Azrai.

“BARUPAS akan sangat memperhatikan secara sungguh-sungguh tahapan demi tahapan agar titik kekhawatiran terhadap kecurangan yang dilakukan oleh pihak tertentu tidak terjadi,” jelas Azrai.

“BARUPAS sebagai organisasi Relawan Nasional yang telah memiliki pimpinan wilayah di 10 provinsi dan pimpinan daerah Kota dan Kabupaten telah menginstruksikan kepada seluruh relawannya yang tersebar di berbagai provinsi tersebut agar berkerja tanpa pamrih dan mengorbankan waktu serta dananya untuk benar-benar memperhatikan dan mengawal Pemilu yang akan berlangsung sesuai dengan undang-undang dan peraturan Pemilu,” pungkas Azrai Ridha.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*