BEM PTM Se-Indonesia Sepakat Netral dalam Pilpres, Kawal Pemilu 2019

Rakornas BEM PTMI di Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Kamis 28/11/2018 (dok. KM)
Rakornas BEM PTMI di Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Kamis 28/11/2018 (dok. KM)

GORONTALO (KM) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se–Indonesia menggelar rapat koordinasi nasional di Universitas Muhammadiyah Gorontalo, 25-28 November 2018.

Dalam kesempatan tersebut Sekretaris BEM PTM Rahmat Syarif mengatakan bahwa salah satu komponen bangsa yang harus mengawal Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 adalah mahasiswa. “Untuk itu sudah menjadi keharusan BEM PTM se Indonesia turut serta mengawal Pemilu mendatang,” ungkapnya kepada awak media.

“Ya dalam meminimalisir segala kemungkinan selaku elemen mahasiswa kami BEM PTM se Indonesia akan turut serta mengawal jalan Pemilu 2019 mendatang. Tentunya Pemilu 2019 harus dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip yang demokratis serta langsung, bebas, jujur, rahasia dan adil,” sambungnya.

Dari rapat koordinasi ini pihaknya menyatakan sikap yang tertuang dalam 8 poin, yang dibacakan pada penghujung pertemuan tersebut:

Kami mendukung pimpinan pusat Muhammadiyah secara institusi untuk tetap bersikap netral dalam Pemilihan Presiden 2019 demi menjunjung tinggi semangat khittah perjuangan Muhammadiyah.

Menolak dan mengutuk keras segala bentuk eksploitasi isu sara sehingga menyebabkan pada politik identitas yang mencederai persatuan dan kesatuan bangsa.

Menolak dan mengecam segala bentuk “Money Politic” karena cara tersebut merupakan tindakan keji dan tidak edukatif terhadap masyarakat Indonesia.

Meminta kepada TNI – Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan Penyelenggara Pemilu untuk bersikap netral pada Pemilihan Umum 2019.

Meminta kepada masing–masing Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden untuk mengedepankan politik bermartabat dan berkualitas dengan mewujudkan pertarungan ide dan gagasan serta visi–misi dalam menjalankanh tahapan kampanye pemilihan umum 2019.

Menghimbau kepada generasi milenial agar tidak apatis pada pemilu 2019 dan diharapakan untuk dapat menggunakan hal pilihnya secara bertanggung jawab.

Menolak segala bentuk penyebaran berita dan informasi hoax serta ujaran kebencian yang berpotensi menyebabkan konflik horizontal di tengah masyarakat.

Meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk meninjau kembali regulasi/kebijakan terkait orang keterbelakangan mental yang bisa memilih pada pemilu 2019.

“Demikian pernyataan sikap Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah Se-Indonesia,” tutup Rahmat.

Reporter: Red
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*