Warga Kemujan Adimulyo Menolak Keberadan Majelis Tafsir AlQuran

Aksi penolakan warga dengan memblokade kantor sekretariat ormas Majelis Tafsir Al Quran (MTA) di Kemujan, Adimulyo, Kebumen 1/11/2018 (dok. KM)
Aksi penolakan warga dengan memblokade kantor sekretariat ormas Majelis Tafsir Al Quran (MTA) di Kemujan, Adimulyo, Kebumen 1/11/2018 (dok. KM)

KEBUMEN (KM) – Aksi blokade dan pelemparan telur ke rumah yang dijadikan sekretariat ormas Majelis Tafsir Alquran (MTA) terjadi di RT 2 RW 1 Desa Kemujan, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Kamis 1/11.

Blokade juga dilakukan di pintu masuk kantor sekretariat tersebut dengan bambu, kayu dan spanduk yang menolak keberadaan MTA di Kemujan. Kepala Desa Kemujan, Aris Widiyono mengatakan penggunaan tempat tidak sesuai prosedur.

“Kami atas nama desa merasa dilecehkan. Tidak ada izin RT, RW dan desa tetapi ada kegiatan katanya pengajian dari setiap hari Kamis. Memang pernah minta izin tanggal 27/9/2018 dan hanya sekali saja. Tetapi selanjutnya tidak ada izin lagi hingga dimusyawarahkan dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) namun tidak ada kesepakatan,” katanya.

“Hari ini mau dilanjutkan musyawarah dengan Forkopimda,” lanjutnya.

Warga yang ditemui kupasmerdeka.com tetap tidak akan mengizinkan adanya MTA di desa Kemujan dan mendesak agar MTA keluar dari desa ini. Penolakan hari ini adalah lanjutan demo yang dilakukan Forum Masyarakat Adimulyo (Formadi) tanggal 17/10/2018 lalu di Masjid Agung Kauman Kebumen.

Untuk mengantisipasi gejolak penolakan warga, lokasi sekretariat MTA dijaga oleh aparat keamanan dari Polsek, Polres, Satuan Polisi Pamong Praja dan unsur TNI. Hingga sore ini, masih dilakukan pertemuan lanjutan dengan Plt Bupati Kebumen.

Reporter: Evie
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*