Warga Desa Simanaere Kota Gunungsitoli Keluhkan Bau dan Lalat dari Kandang Ayam Petelur

Lokasi kandang ayam petelur di Desa Simanaere Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Provinsi Sumatera Utara (dok. KM)
Lokasi kandang ayam petelur di Desa Simanaere Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Provinsi Sumatera Utara (dok. KM)

GUNUNGSITOLI, SUMATERA UTARA (KM) – Warga Desa Simanaere, Kota Gunungsitoli, mengeluhkan polusi udara yang berasal dari kandang ayam petelur “UD. Anugerah” milik HG. Letak kandang ayam petelur milik warga tersebut sangat dekat dengan pemukiman warga, yakni sekitar 50 meter dari jalan raya dan kurang lebih 15 meter dari rumah penduduk.

Kondisi ini terindikasi menyalahi UU No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan.

Seorang warga Desa Simanaere berinisial NG mengatakan bahwa sejak adanya kandang petelur milik HG, kenyamanan warga “sangat terganggu”.

“Setiap hari, saya secara pribadi wajib memasang perangkap lalat seharga 5000 per hari untuk menghindari lalat hinggap di makanan dan baju yang digantung di dalam rumah,” ujar NG dengan nada kesal.

“Waktu itu pernah sesekali kotoran ayam petelur dibuang di sekeliling rumah warga dan juga di parit yang hanya dialiri air bila hujan, sehingga lalat pun mengendap di pakaian kami dan di meja makan kami dan kotoran ayam sangat bau,” tambahnya.

Menurut pengakuan warga lainnya yang juga tidak mau disebut namanya, sejak adanya polusi udara ini, dirinya lebih cenderung menutup jendela setiap hari untuk menghindari sedikit baunya. “Apalagi di saat hari Minggu baunya luar biasa karena pekerja atau karyawan tidak ada, sehingga kotoran ayam menumpuk sampai malamnya, hingga pagi Senin baru dibersihkan. Keresahan kami pendam saja karena merasa enggan karena tetangga dan itu bukan hanya saya, begitu pula dengan tetangga sebelah, kalau tidak percaya silahkan ditanya,” terangnya.

“Kami berharap kepada pemerintah Kota Gunungsitoli agar cepat mengambil tindakan atau solusi dan segera menertibkan kandang ayam yang ada di lokasi Simanaere supaya jauhkan dari pemukiman warga,” pungkasnya.

Reporter: A lase
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*