Moeldoko Ajak Wisudawan Universitas Pelita Bangsa Untuk Terus Kembangkan Semangat Inovasi

Kiri-kanan: Kepala LL Dikti Prof. Dr Umam, ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Prof Dr Budi Sujatmiko, kepala Staf Kepresidenan Dr Moeldoko, ketua Pembina Pelita Bangsa Mardiana, dan sesepuh Mbah Yadi (dok. KM)
Kiri-kanan: Kepala LL Dikti Prof. Dr Umam, ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Prof Dr Budi Sujatmiko, kepala Staf Kepresidenan Dr Moeldoko, ketua Pembina Pelita Bangsa Mardiana, dan sesepuh Mbah Yadi (dok. KM)

BEKASI (KM) – Lulusan perguruan tinggi harus siap menghadapi perubahan. Hal itu di antaranya dilakukan dengan terus mengembangkan semangat berinovasi. Penegasan itu disampaikan Kepala Staf Presiden Moeldoko saat menghadiri dan memberikan sambutan dalam Sidang Terbuka Senat XXVI Universitas Pelita Bangsa, Cikarang, Senin, 19 November 2018.

Pembukaan acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan dan Mars Pelita Bangsa, dilanjutkan dengan sambutan pembuka oleh Ketua STT Pelita Bangsa, Supriyanto. Dalam kesempatan ini, Moeldoko tidak hanya memberikan selamat kepada para wisudawan, tetapi juga memberikan orasi ilmiah dan motivasi untuk menghadapi berbagai kesulitan yang akan datang.

“Saya masih mengingat perasaan yang begitu sangat senang ketika diwisuda,” kata Moeldoko membuka sambutannya. Di depan para wisudawan, Moeldoko memaparkan berbagai kesulitan dan tantangan yang akan dihadapi generasi muda nanti. Stabilitas dan konstitusi harus berjalan seimbang.

Advertisement

“Stabilitas bukan hanya peran pemerintah tetapi peran bersama, maka dipaparkan strategi yang sudah dijalankan oleh pemerintah dalam menghadapi kesulitan dan tantangan agar memudahkan generasi muda. Salah satunya adalah pembangunan infrastruktur,” tegas Moeldoko.

“Pemerintah tengah fokus membangun infrastruktur. Dari segi ekonomi akan membawa pertumbuhan kawasan dan daerah baru sehingga pertumbuhan akan merata,” lanjut Moeldoko.

Di akhir pidatonya, Moeldoko mengingatkan para wisudawan untuk senantiasa berinovasi dan membeberkan 3 strategi menghadapi tantangan global.

Innovate or Die!” ucap Moeldoko secara lantang disusul tepuk tangan yang meriah dari para wisudawan dan para tamu undangan yang lain.

“3 strategi dalam menghadapi tantangan global, yaitu pemikiran kritis, kreatif dan kemampuan menyelesaikan permasalahan kompleks,” pungkas Moeldoko.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: