KPK Ingatkan Semua Pejabat Agar Laporkan Semua Pemberian yang Berpotensi Berunsur Gratifikasi

Juru bicara KPK, Febri Diansyah (dok. KM)
Juru bicara KPK, Febri Diansyah (dok. KM)

BOGOR (KM) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerjasama dengan Unit Pelayanan Gratifikasi (UPG) menggelar Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Gratifikasi dalam sharing session tokoh inspiratif “Integritas dalam pencegahan korupsi” di Ballroom Hotel Rancamaya, Kabupaten Bogor, Selasa 14/11.

Sharing session tersebut menghadirkan pembicara Artidjo Alkostar (Mantan Ketua MA), Penghulu Abdurrahman Muhammad Bakrie (penghulu tertib gratifikasi) dan Novel Baswedan. Hadir pula Juru Bicara KPK ,Febri Diansyah sebagai moderator.

Menurut Febri, Unit Pelayanan Gratifikasi (UPG) dibentuk sebagai tim kerjasama KPK dalam pencegahan tindak gratifikasi yang berada di seluruh kementerian dan wilayah di Indonesia.

“Agar para pejabat itu tidak perlu sampai diproses pidana gratifikasi karena tidak melaporkan penerimaannya dan UPG ini sekaligus yang mengingatkan para pejabat di daerah agar jika menerima sesuatu itu jangan disimpan atau digunakan, jadi laporkan ke KPK dan bisa melalui UPG dalam waktu tiga puluh hari kerja,” tuturnya.

Laporan gratifikasi, masih kata Febri, saat ini cukup signifikan nilainya, bukan hanya berada di moment resepsi pernikahan. Pihaknya mengaku banyak menerima laporan penerimaan gratifikasi dari para pejabat.

“Tahun lalu lebih dari seratus miliar KPK menerima laporan gratifikasi pejabat, ada yang bentuknya rupiah, mata uang dolar Singapura, dolar Amerika dan juga ada bentuk perhiasan yang nilainya puluhan miliar,” jelasnya.

Terkait hal tersebut ia pun berharap kepada pemerintah untuk melakukan pencegahan sejak awal, laporkan seluruh penerimaan-penerimaan ketika menjabat.

“Kecuali penerimaan yang sah tentu saja itu bisa buat mereka bebas dari pidana 4 hingga 20 tahun, karena banyak sekali pejabat didatangi lalu diberikan uang tanpa alasan tertentu disebut sebagai uang terima kasih atau uang perkenalan, itu yang wajib dilaporkan,” pungkasnya.

Reporter: ddy, Rio
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*