Kasus Suap PPURD Tanjung Priok, Majelis Hakim Tolak Eksepsi Tedja Widjaja

Tedja Widjaja meninggalkan ruang sidang di PN Jakarta Utara usai putusan sela, Kamis 22/11/2018 (dok. KM)
Tedja Widjaja meninggalkan ruang sidang di PN Jakarta Utara usai putusan sela, Kamis 22/11/2018 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Sidang lanjutan perkara penipuan dan pemalsuan dengan terdakwa Tedja Widjaja dengan agenda putusan sela kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara Kamis 22/11/18. Ketua Majelis Hakim Tugiyanto menyatakan menolak eksepsi kuasa hukum terdakwa Tedja Widjaja pada putusan sela.

Majelis Hakim PN Jakarta Utara memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fedrik Adhar untuk menghadirkan saksi-saksi dalam perkara penggelapan dan penipuan oleh terdakwa Tedja Widjaja.

Hal itu dikatakan majelis hakim pimpinan Tugiyanto yang didampingi hakim anggota Salman dan Sarwono, dalam putusan sela atas eksepsi terdakwa yang dibacakan kemarin. Menurut hakim, eksepsi terdakwa atau penasehat hukum terhadap dakwaan penuntut umum tidak dapat diterima dimana eksepsi terdakwa telah memasuki materi perkara, sehingga pembuktian berkas perkara perlu dibuktikan dalam pemeriksaan saksi dan barang bukti.

Oleh karena itu,majelis tidak sependapat dengan eksepsi penasehat hukum dan terdakwa yang menyatakan dakwaan jaksa “tidak jelas”. Dalam pertimbangan hakim disebutkan, persidangan akan dilanjutkan untuk pemeriksaan materi perkara atas dakwaan Jaksa terkait pidana penggelapan dan penipuan yang ditujukan kepada terdakwa Tedja Widjaja. “Eksepsi tidak dapat diterima, untuk itu jaksa diminta supaya menghadirkan para saksi dan barang bukti guna pembuktian dakwaan penuntut umum,” ujar Hakim.

Selain eksepsinya ditolak, Tedja juga terlihat gugup karena ruang sidang dipenuhi mahasiswa yang antusias menyaksikan persidangan kasus tersebut.

Bambang Prabowo, yang telah melaporkan terdakwa Tedja Wijaya ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) atas  dugaan suap Rp 1 miliar ke kepala PPURD Tanjung Priok, juga nyatakan kesiapannya menjadi saksi dalam kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh Tedja terhadap lahan yayasan UTA ’45.

“Saya sudah siap jadi saksi, saya memiliki bukti-bukti bahwa terdakwa Tedja Widjaja telah mendapatkan lahan Yayasan UTA ’45 secara ilegal, saya siap,” ujar Bambang usai persidangan.

Reporter: Nurhadi
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*