Festival Kaliputih Dorong Sempor Jadi Kampung Budaya

Festival Kaliputih juga diisi dengan pentas 5 dalang cilik yang diselenggarakan di kawasan Waduk Sempor Kabupaten Kebumen, Minggu 25/11/2018
Festival Kaliputih juga diisi dengan pentas 5 dalang cilik yang diselenggarakan di kawasan Waduk Sempor Kabupaten Kebumen, Minggu 25/11/2018

KEBUMEN (KM) – Festival Kaliputih yang menampilkan pertunjukan seni dan budaya berupa sendratari dan wayang dengan 5 dalang cilik diselenggarakan di kawasan Waduk Sempor, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Minggu 25/11/2018. Festival ini adalah murni festival yang diselenggarakan oleh masyarakat Kaliputih Kecamatan Sempor dan sekitarnya yang didukung oleh berbagai sponsor.

Bagian Promosi Festival Kaliputih Ahmad Dhowit mengatakan bahwa banyak obyek wisata dan budaya yang bisa dikembangkan.

“Saya ingin Sempor ini menjadi kampung budaya. Kebudayaan tetap terjaga hingga anak-anak kecil menyukai budaya sendiri. Hingga perlengkapan seni pun mereka punya sendiri. Sanggar belum memiliki sendiri untuk menampung kreativitas. Dan untuk peralatan juga sementara masih pinjam,” katanya.

“Untuk biaya festival tahun ini kita dapat bantuan dari pemerintah daerah atau Dinas Pariwisata. Berawal dari link komunitas pedagang, usaha kecil dan menengah (UMKM), sanggar seni, komunitas pokdarwis dan lain-lain,” lanjutnya.

“Kita dikenal masyarakat luar dari penggemar atau pecinta seni dan budaya. Jadi mereka yang share sendiri mengenai budaya dan seni supaya dikenal di luar daerah,” lanjutnya.

“Taman anak-anak di Waduk Sempor sebelah barat juga sudah dipoles daripada tidak terawat. Kalau tahun kemarin ada ketoprak bocah dan berlangsung 2 hari sedangkan tahun ini hanya 1 hari karena terbentur anggaran. Geo Funbike karena pemerintah sedang menggalakkan geopark pertama di Jawa Tengah yang sertifikatnya akan diserahkan 30 November 2018,” lanjutnya.

“Persiapan ini memakan waktu 3 minggu. Event seperti ini pasti sharing dulu dengan sesepuh atau tetua mengenai konsepnya. Kita juga ingin menjalin mitra yang baik dengan lainnya untuk memajukan pariwisata dan budaya,” jelasnya.

5 Dalang Cilik juga turut mewarnai kualitas festival ini kendati mereka tidak berasal dari satu sekolah. Mereka berasal dari Kemukus, Karanganyar, Sempor dan Gombong. Salah satu dalang cilik, Bondan malah suka mendalang sejak dari Taman Kanak- Kanak (TK).

Reporter: Evie
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*