Tuding Aniaya Warga Hingga Tewas, Masyarakat Bakar Mapolsek Kecamatan Bendahara

Api yang masih menyala di Mapolsek Bendahara, Aceh Tamiang yang dibakar oleh sekelompok masyarakat setempat, Selasa 23/10 (dok. KM)
Api yang masih menyala di Mapolsek Bendahara, Aceh Tamiang yang dibakar oleh sekelompok masyarakat setempat, Selasa 23/10 (dok. KM)

ACEH TAMIANG (KM) – Perlakuan tidak wajar yang diterima MH (35) warga Dusun Damai, Kampung Tanjung Keramat, Kecamatan Banda Mulia, Aceh Tamiang, yang meninggal dunia dengan kondisi luka memar di sekujur tubuhnya membuat ratusan masyarakat kampung setempat berang. Puncaknya, mereka mendatangi dan membakar Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Bendahara beserta sejumlah kendaraan operasionalnya, Selasa (23/10).

Menurut informasi yang dihimpun KM, kejadian ini bermula pada Senin malam sekira pukul 23.00 WIB. Korban bersama satu orang rekannya berinisial AS ditangkap oleh anggota Polsek Bendahara karena diduga sebagai pengedar narkoba jenis sabu-sabu di sebuah tambak tempat korban sehari-hari bekerja.

Setelah ditangkap, kedua terduga tersangka dibawa ke Polsek Bendahara untuk dimintai keterangan. Namun di markas Polsek, keduanya malah diduga dianiaya hingga merenggut nyawa MH.

Salah seorang masyarakat kampung Alur Nunang menuturkan kekecewaannya atas tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.

“Kami tidak terima atas perlakuan mereka yang dengan semena-mena menghilangkan nyawa orang,” ujarnya dengan nada tinggi.

Selain itu, ia meminta agar para pelaku ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku. “Ini sudah tidak manusiawi, kami menyiapkan Kapolsek dan anggotanya dipecat dan diproses hukum,” tuturnya dengan raut wajah kesal.

Sementara itu Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Zulhir Destrian melaui Wakapolres Kompol M. Nuzir yang dikonfirmasi menyampaikan bahwasanya pihak kepolisian atas perintah langsung Kapolda Aceh akan segera memproses kasus ini dan memastikan akan mencopot langsung Kapolsek Bendahara dari jabatannya karena kelalaian, serta memproses seluruh anggotanya.

Advertisement

Ia membenarkan penangkapan terduga pengedar narkoba masing-masing berinisial MH dan AS yang dilakukan oleh pihak Polsek Bendahara, namun ketika ditanyai berapa barang bukti narkoba yang diamankan Wakapolres belum bisa menjawab.

“Kami belum dapat memberikan keterangan berapa banyak barang bukti yang didapatkan dari korban, karena pihak Polsek belum memberikan laporannya ke pihak Polres,” jelasnya.

Sementara Kabid Humas Polda Aceh Kombes Misbahul Munauwar, yang dikonfirmasi KM menyebut, saat ini Kapolsek setempat langsung dicopot dari jabatannya oleh Kapolda.

Menurut Misbah, Kapolda Aceh Irjen Rio S Djambak langsung memerintahkan untuk mencopot Kapolsek usai mendapat laporan adanya pembakaran Polsek. Meski demikian, bentuk pelanggarannya masih didalami Propam.

“Kapolda sudah memerintahkan mencopot jabatan Kapolsek dan kasus tersebut akan ditangani sesuai prosedur yang berlaku,” jelas Misbah.

Dikatakannya, aksi pembakaran gedung Mapolsek Bendahara itu terjadi siang tadi. Penyebabnya belum diketahui. Warga yang mendatangi Polsek secara ramai-ramai itu tiba-tiba tersulut emosinya.

“Massa kemudian melakukan perusakan motor dan membakar gedung Mapolsek. Tidak ada korban jiwa dalam aksi pembakaran tersebut. Saat ini, massa sudah mulai tenang dan situasi mulai kondusif kembali,” tuturnya.

Hingga berita ini ditayangkan, suasana Kantor Polsek masih mencekam, dan terlihat sejumlah aparat kepolisian masih berjaga-jaga di lokasi kejadian.

Reporter: Arrahimuddin
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: