Korem Wijayakusuma Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda

Kasrem 071 Wijayakusuma Letkol Inf Heri Sumitro memimpin upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ke- 90 tahun 2018 di Lapangan Korem 071 Wijayakusuma, 19/10/2018.
Kasrem 071 Wijayakusuma Letkol Inf Heri Sumitro memimpin upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ke- 90 tahun 2018 di Lapangan Korem 071 Wijayakusuma, 19/10/2018.

BANYUMAS (KM) – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-90 tahun 2018, Korem 071/Wijayakusuma melaksanakan kegiatan upacara di Lapangan Upacara Makorem 071/Wk, Sokaraja, Banyumas, Senin 29/10.

Upacara tersebut dipimpin oleh Kasrem 071/Wijayakusuma Letkol Inf Heri Sumitro sebagai Inspektur Upacara.

Pada kesempatan tersebut Kasrem membacakan amanat dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang bertajuk “Bangun Pemuda Satukan Indonesia”.

“Tema ini diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” terangnya.

“Berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjutnya.

“Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau, satu sisi memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing, namun pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif,” katanya.

“Informasi- informasi yang bersifat destruktif mulai dari hoax, hate speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya apabila kaum muda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

“Ciri pemuda yang maju adalah pemuda berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing. Karena itu, revolusi mental harus dapat dijadikan pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju,” jelasnya.

“Dengan mewujudkan pemuda yang maju, berarti kita dapat menghasilkan bangsa yang hebat,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama ia menyampaikan, pemuda-pemuda hebat Indonesia telah lahir dan mampu berkompetisi di kancah Asia, seperti di Asian Games 2018, mereka berhasil bersaing dengan bangsa-bangsa di Asia dan menduduki peringkat 4. Selain itu di ajang Asian Para Games 2018, para atlit kita berhasil menduduki peringkat 5.

“Ini adalah sejarah baru kebangkitan olah raga Indonesia, serta harus dijadikan momentum untuk membangun optimisme pemuda Indonesia dengan bekerja keras mewujudkan prestasi diberbagai bidangnya,” ungkapnya.

“Peran dan tanggungjawab pemuda dalam menyukseskan proses pemilu nanti sangat dibutuhkan, partisipasi aktif pemuda dalam Pemilu 2019 perlu ditingkatkan untuk mewujudkan pemilu yang damai, kredibel dan berkualitas,” harapnya.

“Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur menuju persatuan dan kesatuan bangsa maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik,” pungkasnya.

Reporter: Evie
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*