Karang Taruna Nasional: Kebanyakan Pemuda Jabar Berkompetensi Rendah, Akan Hadapi Masalah Kesejahteraan di Masa Depan

Wakil Ketua Umum Karang Taruna Nasional, Budhy Setiawan (dok. KM)
Wakil Ketua Umum Karang Taruna Nasional, Budhy Setiawan (dok. KM)

BOGOR (KM) – Tahun 2020 mendatang akan mulai era peningkatan penduduk, dan Indonesia akan dipenuhi sebagian besar para pemuda, yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi dan tidak mudah untuk meningkatkan kesejahteraan, terutama tenaga kerja asal Jawa Barat. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Umum Karang Taruna Nasional, Budhy Setiawan.

“Persaingan dunia kerja akan semakin ketat bagi para pemuda-pemudi asal Jabar, bersaing dengan para pekerja dari luar daerah bahkan dari luar negeri,” kata Budhy kepada awak media, Selasa 30/10.

“Tenaga kerja Jabar tidak lain adalah anak muda yang kebanyakan berkompentensi rendah. Mencermati kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tidak sulit membayangkan bahwa mayoritas warga Bogor hanya akan dapat mengisi lapangan pekerjaan tingkat rendah,” ujarnya.

“Ini masalah akan beranak-pinak di kemudian hari, mereka yang mengisi pekerjaan tingkat rendah akan memperoleh penghasilan pas-pasan, dan kesulitan membiayai anak-anaknya meraih pendidikan tinggi bermutu. Anak-anak mereka yang berpendidikan tidak tinggi itu, akan (lagi-lagi) menempati posisi rendah,” terang Budhy.

Advertisement

Menghadapi ancaman serius ini terhadap masa depan Jawa Barat, Budhy pun mengajukan dua langkah sebagai solusinya. “Pertama, mengkampanyekan masalah rendahnya kualitas pendidikan dan kompetensi kerja SDM Jabar, sehingga para pemangku kepentingan memberi perhatian lebih besar terhadap masalah ini,” terangnya.

Kemudian, lanjut Budhy, meningkatkan pendidikan dan pelatihan kerja kepada para pemuda, agar mereka memiliki kompetensi yang diperlukan industri dan pasar. Pendidikan dan pelatihan kerja adalah elemen kunci untuk menyejahterakan masyarakat secara merata.

“Menemukan jalan keluar dari masalah tersebut, memang dapat kita temukan. Tetapi untuk mewujudkan jalan keluar itu agar terlaksana, diperlukan kerja sama dan kerja keras dari berbagai pihak, terutama para pemangku kepentingan yang terkait langsung,” pungkas Budhy.

Reporter: Rio, ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: