Gedung yang Berdiri di Atas Lahan DAS Kolong Katis Kantongi IMB, Warga Endus Kongkalikong

Bangunan berdiri di lahan resapan air (DAS) di Kolong Katis, Kabupaten Bangka Barat (dok. KM)
Bangunan berdiri di lahan resapan air (DAS) di Kolong Katis, Kabupaten Bangka Barat (dok. KM)

BANGKA (KM) – Bangunan gedung yang berdiri di atas lahan daerah resapan air Kolong Katis, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka Barat, mengantongi IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Adanya izin tersebut dipertanyakan oleh masyarakat setempat.

M. Rifuad, sekretaris BPD Desa Kace Timur, Rabu 19/9 mengungkapkan kepada KM bahwa bangunan gedung itu sudah berdiri di daerah resapan air DAS Kolong Katis.

“Walaupun bangunan gedung itu sudah memiliki IMB, tetap saja menjadi buah bibir masyarakat yang mempertanyakan terbitnya IMB tersebut, sebab bangunan itu sudah berdiri di daerah resapan air, DAS Kolong Katis, dan saya beserta masyarakat mempertanyakan lagi lahan yang dibangun ini dibeli dari siapa?” ungkap Rifuad.

“Dampak dari bangunan gedung itu, masyarakat sekitar mengeluhnya ketika musim hujan datang, daerah kawasan sekitar Kolong Katis saat ini sering mengalami banjir, dikarenakan saat ini kondisi luas Kolong sudah mengalami penyempitan, dari itu saya berharap kepada pemerintah Kabupaten Bangka Induk, untuk meninjau kembali IMB yang sudah terbit itu,” lanjutnya.

Papa plang IMB terpasang di depan bangunan gedung di DAS Kolong Katis, Bangka Barat (dok. KM)

Papa plang IMB terpasang di depan bangunan gedung di DAS Kolong Katis, Bangka Barat (dok. KM)

Fadillah Sobri, Ketua Forum DAS Provinsi Babel mengatakan, “kalaupun memang benar bangunan gedung itu berdiri di daerah kawasan sempadan ataupun DAS, maka Pemerintah Kabupaten Bangka Induk harus mengambil tindakkan tegas secepatnya, untuk mendukung program pemerintah Kota Pangkalpinang dalam mengatasi banjir.”

Sementara itu pemilik bangunan gedung tersebut, Lio Kim, ketika ditemui KM di ruangan kerjanya menegaskan bahwa Pemdes setempat lah yang mengeluarkan rekomendasi IMB tersebut.

“Silahkan tanya saja pada pemerintah desa yang sudah mengeluarkan rekomendasi IMB, kita tidak berani membangun tanpa adanya IMB. Kalau saya salah, maka saya akan menuntut Pemerintah yang sudah mengeluarkan izin IMB tersebut,” kata Lio Kim.

Namun ketika ditanya mengenai lahan yang dibangun tersebut dibeli dari siapa, Lio Kim enggan menjawab.

Reporter: Robi Karnito
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*