Aktivis dan PERADMI Buka Posko Bantuan Hukum bagi Korban Penipuan Kerja di Transmart Yasmin

Pembukaan pos layanan hukum bagi korban dugaan penipuan menjadi karyawan Transmart Yasmin, Kota Bogor (dok. KM)
Pembukaan pos layanan hukum bagi korban dugaan penipuan menjadi karyawan Transmart Yasmin, Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Penolakan laporan dugaan penipuan warga Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor di Polsek Bogor Barat Polresta Bogor Kota beberapa waktu lalu menggerakkan tokoh pemuda yang juga Ketua Paguyuban Pedagang Curug Mekar (P2CM) Medi Jumhari membentuk posko bantuan hukum bagi korban-korban dugaan penipuan tersebut.

“Banyaknya laporan warga Kelurahan Curug Mekar kepada saya atas kejelasan hukum dan juga siapa saja orang-orang yang diduga menipu masyarakat dengan membayar uang sebesar Rp500 ribu dengan jaminan dapat bekerja di Transmart Yasmin Kota Bogor. Permasalahan yang sudah lama mencuat di publik ini, tapi hingga hari ini tidak ada kejelasan hukumnya dan juga siapa biang keroknya,” ungkap Medi kepada awak media usai meresmikan Pos Layanan Hukum di kawasan Jalan Abdullah Bin Nuh, Selasa 04/09/2018.

“Ya korban-korban banyak yang berdatangan untuk bertukar pikiran dengan saya, bahkan korban juga ada dari keluarga saya sendiri. Untuk itu saya dan beberapa tokoh masyarakat menggandeng Perkumpulan Advokat Muslim Indonesia (PERADMI) untuk menampung korban-korban dan mencari keadilan serta kejelasan hukum permasalahan ini.”

“Kami akan terus mencari kejelasan hukum dan juga siapa saja orang-orang yang terlibat dalam dugaan penipuan ini. Warga sudah menjadi korban, seharusnya semua pihak terkait terutama penegak hukum harus bertindak untuk memberikan keadilan bagi warga,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Cabang PERADMI Kabupaten Bogor Novrizal Philliang mengatakan, “berdasarkan keluhan dan laporan masyarakat di Kelurahan Curug Mekar terkait permasalahan adanya dugaan penipuan untuk menjadi karyawan Transmart Yasmin, ini menjadi dasar kami untuk menampung permasalahan dan aduan yang kedepannya akan melihat segi hukumnya,” ungkapnya.

“Ya adanya laporan masyarakat di Curug Mekar menjadi dasar pertama kami untuk membuka posko ini. Apalagi ada laporan korban yang ditolak oleh Kepolisian karena nominalnya tidak bisa dilaporkan. Untuk itu kami akan menggali semua informasi dan juga laporan-laporan di masyarakat.”

Kata Novrizal, sebagai langkah pertama pihaknya akan menampung semua warga yang menjadi korban, dan menghitung berapa total jumlah warga Kelurahan Curug Mekar yang sudah menjadi korban.

“Jadi kami akan mengumpulkan dulu warga-warga dan bukti-bukti atas dugaan penipuan tersebut, selanjutnya akan ada langkah-langkah hukum kedepan,” pungkasnya.

Reporter: ddy07
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*