Temui Emil, Kemenlu Inggris Jajaki Kerjasama di Bidang Pendidikan dan Pembangunan Infrastruktur

Gubernur terpilih Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Menteri muda urusan Asia Pasifik di Kemenlu Inggris, Mark Field, di Bogor, 15 Agustus 2018 (dok. KM)
Gubernur terpilih Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Menteri muda urusan Asia Pasifik di Kemenlu Inggris, Mark Field, di Bogor, 15 Agustus 2018 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Menteri Muda Urusan Asia Pasifik di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Inggris Mark Christopher Field berkunjung ke Indonesia dan menemui Gubernur Jawa Barat terpilih 2018 Ridwan Kamil untuk membahas hubungan Inggris dan Indonesia melalui program ‘second cities‘, diantaranya bekerjasama di bidang infrastruktur, bisnis, pendidikan, dan kemitraan pemerintah swasta, Rabu 15/08/2018.

Gubernur terpilih Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan dirinya diundang untuk berdialog dengan Menteri Luar Negeri bersama Duta Besar Inggris. Dalam dialog tersebut ia membahas banyak hal, terutama soal “optimisme”.

“Bahwa Indonesia, khususnya Jawa Barat, ada di dalam optimisme yang sangat luar biasa, perekonomian baik, dan situasi sospol baik.”

“Alhamdulillah tidak disangka saya sebagai Gubernur terpilih Jawa Barat, diundang untuk berdialog dengan Menteri Luar Negeri bersama Duta Besar Inggris. Kita membicarakan banyak hal,” kata Ridwan Kamil dihadapan awak media di Grand Garden Resto Kebun Raya Bogor, Rabu (15/8).

Selain itu, Emil juga menyampaikan kepada pejabat dari Inggris itu tentang potensi Jawa Barat di bidang industri, khususnya transportasi, dan juga memberikan masukan tentang citra Inggris yang “sangat positif, sangat baik” sebagai negeri yang mempunyai kekuatan ekonomi dan teknologi.

“Juga negeri yang memberikan penghargaan kepada keberagaman, seperti kita ketahui bahwa Walikota London adalah seorang Muslim, artinya ini sangat luar biasa menjadi sebuah negara percontohan. Kita harapkan 5-10 tahun kerjasama akan semakin banyak terutama dengan Jawa Barat. Saya sebagai gubernur terpilih akan komit untuk memberikan ruang-ruang investasi, dialog-dialog kebudayaan,” ujarnya.

Advertisement

Tidak hanya itu, pertemuan tersebut membahas sejumlah hal seperti adanya rencana pada bulan Oktober.

“Menurutnya akan ada pelatihan Bahasa Inggris untuk seluruh sekolah Jawa Barat, termasuk para ulama, untuk dialognya lebih baik di masa depan. Dan saya ucapkan terima atas kasih kedatangannya, dan saya juga kemungkinan akan ke London untuk belajar tentang pinjaman-pinjaman internasional dalam hal membiayai infrastruktur Jawa Barat di kemudian hari, jadi intinya dari pertemuan kali ini lebih memfokuskan terhadap kerjasama di bidang pelatihan bahasa Inggris, investasi pelabuhan dan bandara atau urban transport, program kebudayaan termasuk program future leader, yaitu para pemimpin muda Indonesia akan diundang ke Inggris untuk mengembangkan hubungan bilateral Indonesia-Inggris,” jelas Emil.

Hal senada disampaikan Mark Field, yang menyampaikan bahwa kunjungannya ke Indonesia, khususnya di Jawa Barat, dalam rangka kerjasama di bidang pendidikan, teknologi, pariwisata dan budaya. Kerjasama yang sudah berlangsung lama ini diharapkan mendapat nilai tersendiri bagi hubungan bilateral antar kedua negara.

“Ribuan turis mengalir setiap tahunnya dari Inggris ke Indonesia, dan tentunya diharapkan akan lebih banyak lagi yang berkunjung. Selain itu berkaitan dengan teknologi seperti sampah plastik yang ada di lautan pastinya menjadi perhatian bagi kita bersama, termasuk masalah bidang pendidikan dengan kerjasama dalam hal pelatihan Bahasa Inggris khusus untuk sekolah dan kaum muda Indonesia,” pungkasnya.

Reporter: Rio
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*