Surat Edaran Dewan Pers Berbuntut Panjang, FPII Laporkan Ketua Dewan Pers

Logo FPII (KM Stock)
Logo FPII (KM Stock)

JAKARTA (KM) – Dianggap mencemarkan nama baik, Forum Pers Independent Indonesia (FPII) yang diwakili oleh Ketua Presidium FPII, Kasihhati melaporkan ketua Dewan Pers (DP), Yosep Adi Prasetyo ke Polres Jakarta Pusat.

Pelaporan ini dipicu keluarnya surat edaran yang berkop surat Dewan Pers dan ditandatangani, Ketua Dewan Pers, dimana isinya dinilai mencemarkan nama baik semua organisasi pers, perusahaan media, dan wartawan yang tidak terdaftar sebagai konstituen Dewan Pers.

Surat Laporan (LP) Polisi No : 1247/K/VIII/2018 RESTRO JAKPUS yang diterima Kanit III, Acap Atmadja dikeluarkan setelah Kasihhati menceritakan kronologis hingga terjadinya pelaporan tersebut.

“Saya melaporkan terkait adanya dugaan tindak pidana Informasi Transaksi Elektronik (ITE), penghinaan serta pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Ketua Dewan Pers,” jelasnya usai keluar dari Kantor Polres Jakarta Pusat, Jalan Salemba Raya, Rabu malam (08/08/18).

Menurutnya, Surat Edaran Dewan Pers dengan Nomor Surat 371/DP/K/VII/2018 pada tanggal 26 Juli 2018 yang ditujukan kepada instansi pemerintah pusat dan daerah termasuk kepada aparat negara, berisikan bahwa organisasi yang dipimpinnya (FPII) merupakan organisasi abal-abal, dan hal itu “sudah sangat menghina dan tanpa dasar.”

“FPII bukan penumpang gelap dalam menyuarakan kebebasan pers, mengkritik segala bentuk kriminalisasi maupun diskriminasi terhadap wartawan. Ini sudah kita buktikan pada tahun 2017 kita sudah dua kali melakukan aksi damai,” ujarnya.

“Sebelum aksi 4 Juli kemarin, FPII sudah jauh sebelumnya menyuarakan hal yang sama. Jadi kita bukan penumpang gelap,” tegas wanita yang akrab dipanggil Bunda ini.

Ia juga mengajak para organisasi pers, pimpinan media, dan wartawan yang merasa terusik dengan surat edaran tersebut untuk segera mengambil tindakan hukum.

Reporter: Red
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*