Rumah Kampus Pena dan IPB Gelar Wisuda Sertifikasi Vokasi Khusus Penyandang Disabilitas

Wisuda Sertifikasi Vokasi Khusus Penyandang Disabilitas, Kamis 23/8 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Rumah Kampus Pena bekerjasama dengan Program Diploma Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar acara Wisuda Sertifikat vokasi khusus penyandang disabilitas intelektual di gedung PKSPL IPB Baranangsiang, Kota Bogor, Kamis (23/08/2018).

Acara tersebut dihadiri perwakilan dari Kementrian Sosial (Kemensos) yakni Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) DKI Jakarta, Wakil Walikota terpilih Kota Bogor 2018-2023 dan juga pemerhati difabel Dedie A Rachim serta Dekan dan wakil dekan Vokasi IPB.

“Berawal dari keinginan saya untuk memberikan bekal yang kuat untuk para disabilitas dalam hal keterampilan dan kemandirian, maka melalui adanya kerjasama pihak Rumah Kampus dengan pihak IPB, memfasilitasi vokasi dari segi akademiknya,” ungkap Ketua Yayasan Rumah Pena, Endang Rahayu kepada awak media.

“Ya karena saya ingin melihat mereka ketika berada di lingkungan kampus, khususnya lingkungan IPB, mental mereka sudah siap dan mereka sudah setara dengan mahasiswa yang lainnya.”

“Hari ini diwisuda berjumlah 18 orang dengan keterampilan jurusan salah satunya perikanan dengan budidaya ikan lele yang menurut saya lebih mudah untuk daya jualnya,” ujarnya.

Di tempat yang sama Kadinsos DKI Jakarta Irmansyah mengatakan, “hari ini kita saksikan wisuda untuk Penyandang Disabilitas intelektual dari Rumah Kampus Pena dari DKI Jakarta, khususnya dari Kecamatan Matraman,” jelasnya.

Irwansyah menuturkan, “karena bagaimanapun hak bagi semua warga untuk mendapatkan pendidikan. Jadi ini  suatu hal yang positif, harus dijajaki dan kemungkinan harus ditingkatkan lagi dalam kerjasama antara Dinsos DKI Jakarta dengan pihak IPB.”

“Diharapkan lebih banyak lagi penyandang disabilitas intelektual akan mendapatkan keterampilan yang lebih profesional, serta lebih mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Dari pembelajaran, lanjut Irwansyah, 20 persen teori dan 80 persen praktek memungkinkan para penyandang disabilitas ini tidak terbebani dengan pembelajaran secara teoritis. “Dan pastinya dari pihak Dinsos sendiri akan selalu support dan mendukung penuh untuk semua kegiatan ini, apalagi program rumah kampus bagi penyandang disabilitas ini masuk dalam urutan 5 besar tingkat nasional,” pungkasnya.

Reporter: Rio/ddy07
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*