Kadisdik Depok: “Merger Sekolah Dimaksudkan Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan”

Kadisdik Depok HM Thamrin (dok. KM)
Kadisdik Depok HM Thamrin (dok. KM)

DEPOK (KM) – Banyaknya siswa sekolah yang melebihi kuota tiap kelas menjadi salah satu penyebab kualitas pendidikan di sekolah tersebut menjadi sulit meningkat. Hal ini disampaikan oleh Kadisdik Kota Depok, Mohammad Thamrin di ruang kerjanya saat ditemui KM kemarin (2/8/2018).

Thamrin menerangkan jika idealnya satu ruang belajar itu tidak lebih dari 35 orang. “Lebih sedikit lebih bagus, supaya kualitas pelajaran yang diterima siswa lebih meningkat,” ujarnya.

“Alhamdulillah tahun ini bahkan ada yang hanya menampung 32 siswa saja per kelas seperti di SMPN 2 Depok, ” lanjutnya.

“Merger sekolah juga kita lakukan dalam rangka lebih meningkatkan mutu pendidikan, ini bertahap dan hanya untuk lokasi tertentu saja seperti dalam satu komplek perumahan ada beberapa sekolah disitu dan jumlah siswanya pun hanya sedikit, jadi supaya lebih efektif dan meningkat mutunya,” jelasnya lagi.

Saat ditanyakan bagaimana mekanisme penunjukan kepala sekolah yang akan dimerger, Thamrin mengakui jika hal tersebut memang tidak mudah. “Jadi kita data terlebih dahulu mana kepala sekolah yang akan pensiun, nah disitulah bisa diatur untuk penempatan kepsek yang dimerger, kan tidak mungkin dalam satu sekolah ada lebih dari satu nahkoda, bisa kacau nanti karena masing-masing punya konsep dan rencana, jadi kita coba atur seperti itu,” pungkas Thamrin.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*