Beton Jalan Laladon-Kreteg Belum Dipakai Sudah Retak, Aktivis Duga ada Penyimpangan

Retak di beton di proyek betonisasi jalan Laladon-Kreteg, Kabupaten Bogor
Retak di beton di proyek betonisasi jalan Laladon-Kreteg, Kabupaten Bogor

BOGOR (KM) – Proyek peningkatan jalan pada ruas Jalan Raya Laladon-Kreteg, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, menelan anggaran sebesar Rp4.230.000.000. Namun proyek yang digarap oleh PT Tri Manunggal Karya dan konsultan pengawas PT Nasuma Putra ini diduga tidak sesuai dengan spesifikasinya.

Adanya retak pada pekerjaan beton di ruas Jalan Laladon-Kreteg yang belum digunakan perlu mendapat perhatian dan penanganan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya Dinas PUPR. Hal tersebut disampaikan oleh Thoriq Nasution dari Forum Pemerhati Jasa Konstruksi dan Pembangunan (FPJKP), Jumat (3/8/2018) di Bogor.

Papan proyek peningkatan jalan Laladon-Kreteg, Ciomas, Kabupaten Bogor (dok. KM)

Papan proyek peningkatan jalan Laladon-Kreteg, Ciomas, Kabupaten Bogor (dok. KM)

Menurut dia, terjadi retak-retak pada perkejaan beton rigid tersebut, sedangkan jalan tersebut sama sekali belum digunakan. “Diindikasikan ada penyimpangan dari spesifikasi teknis, terutama kualitas dan mutu beton yang digunakan,” ujarnya.

“Beton yang digunakan apakah sudah sesuai dengan hasil job mix dan juga karateristik (K) beton tersebut dan apakah sudah sesuai dengan spespikasi teknis, dan untuk mengatasi beton rigid yang retak-retak tersebut hanya ada dua cara yaitu grouting dan menggunakan aditif atau dibongkar dan diganti dengan beton yang baru,” katanya.

“Dan apabila ada penyimpangan dalam pelaksanaannya juga perlu dipertanyakan fungsi dari konsultan pengawas juga pengawasan dari pejabat pembuat komitmen (PPK), untuk ini Kami Forum Pemerhati Jasa Konstruksi dan Pembangunan (FPJKP) meminta Dinas PUPR Kabupaten Bogor untuk melakukan investigasi ke lapangan agar dapat melakukan perbaikan sebelum jalan tersebut digunakan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, melihat ruas jalan tersebut cukup padat,” harapnya.

“Jika hal tersebut diatas tidak dilakukan maka kami meminta aparat penegak hukum, terutama Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor untuk melakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Reporter: Red
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*