Hanya Berikan Bantuan Perayaan HUT RI Sebesar Rp50 Ribu, Lurah Empang: “Lagi Gak Ada Uang”

Lurah Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Sutarso (dok. KM)
Lurah Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Sutarso (dok. KM)

BOGOR (KM) – Perwakilan tokoh pemuda RW 08 Kelurahan Empang akhirnya bertemu dengan lurahnya, Sutarso, di Kantor Kelurahan Empang Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, Selasa 21/08/2018.

Lurah Empang Sutarso menyambut baik kedatangan tokoh pemuda RW 08 Oly Nurmansyah, dan menyampaikan permohonan maaf perihal tersinggungnya para pemuda dengan bantuan dana perayaan kemerdekaan yang hanya sebesar Rp50 ribu dari proposal yang diajukan, yang kemudian dana itu dikembalikan oleh para pemuda.

“Saya memohon maaf kepada anak-anak saya di RW 08, kebetulan saya lagi pusing saat itu dan juga lagi kosong, dan kalo gak ngasih lebih gak enak lagi,” jelas Sutarso kepada awak media siang ini 21/8.

Sutarso mengungkapkan bahwa saat ini dirinya sedang berusaha untuk membayar biaya yang belum terbayar untuk helaran budaya Hari Jadi Bogor (HJB) ke 536 pada 12 Agustus 2018 lalu sebesar Rp10 juta

“Kebetulan kita juga lagi gak ada uang cash waktu itu, dan sekarang pun lagi memikirkan untuk bayar biaya waktu helaran budaya HJB kemarin yang belum terbayar sebesar 10 juta,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Camat Bogor Selatan Sujatmiko mengatakan bahwa dirinya juga merasakan hal yang sama sebagai kepala pemerintahan di wilayah, namun dirinya enggan untuk berkomentar perihal permasalahan Lurah Empang Sutarso dengan warganya.

“Yah saya pun merasakan, kalau ada orang datang terus kita lagi gak punya uang, lagi banyak kebutuhan, terus ada tamu atau warga datang, orang kan gak tahu kalau kita lagi gak punya uang,” kata Sujatmiko.

“Mengenai hal tersebut saya gak bisa berkomentar, karena nanti efeknya akan melebar dari komentar saya,” tambah Sujatmiko.

Saat ditanya mengenai biaya yang belum terbayar oleh Kelurahan Empang sebesar Rp10 juta  untuk biaya operasional di acara helaran budaya HJB, Sujatmiko menegaskan bahwa hal tersebut adalah hal internal dan mungkin saja Lurah salah sebut.

“Yah itu kan internal di Kelurahan, mungkin saja itu salah sebut, mungkin saja untuk meredakan ketegangan warganya, mungkin saja gugup. Karena yang saya tahu perihal proposal ini ada di media dan sekarang ditemui teman-teman wartawan,” tegasnya.

Reporter: Rio, ddy07
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*