[FOTO] Warga Desa Gintung Cilejet Pertanyakan Pemanfaatan DD untuk Bangun Infrastruktur yang “Tidak Maksimal”

Papan kegiatan pengaspalan jalan di Desa Gintung Cilejet, Kecamatan Parung Panjang, Bogor (dok. KM)
Papan kegiatan pengaspalan jalan di Desa Gintung Cilejet, Kecamatan Parung Panjang, Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Desa Gintung Cilejet, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, memanfaatkan Dana Desa (DD) untuk memperbaiki infrastruktur jalan desa dan jembatan. Anggaran Dana Desa (DD) tahap 1 yang diterima Desa Gintung Cilejet tercatat sebesar Rp195.806.064.

Namun saat hendak dimintai keterangan oleh kupasmerdeka.com terkait pemanfaatan dana desa, Kades Gintung Cilejet menghindar dan tidak kunjung ada di tempat. Bahkan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp untuk ditanyakan soal infrastruktur, kades itu langsung memblokir kontak wartawan kupasmerdeka.com.

Menurut informasi yang dihimpun KM dari staf seksi ekonomi dan pembangunan (Ekbang), DD tahap 1 sebesar Rp195.806.064 itu diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur jembatan di RT 14/04. “Jembatan yang kita bangun dengan ukuran panjang lebarnya 5×3 kurang lebih menghabiskan anggaran Rp55 juta, selebihnya sisa daripada anggarannya kita buat jalan Desa Kp. Leuwigoong,” terangnya kemarin 15/8.

“Jalan Kp. Leuwigoong menghabiskan anggaran Rp150 juta, jadi total keseluruhan dari anggaran yang sudah jelas keluar tahap 1 memang Rp195.806.064, kalau dikalkulasi dari papan informasi tidak seimbang. Dari anggaran jembatan aja yang kita buat 55 juta dan sisanya kita buat jalan desa menghabiskan anggaran dari papan informasi Rp150 juta, jadi hitungannya Rp205 juta, nombok

Advertisement
dari pihak desa,” lanjut staf ekbang itu.

“Hitungannya saya juga bingung, sebagai ekbang gak bisa cerita banyak ya memang begitu adanya, untuk (DD) tahap 2, saya belum tahu diperuntukkan untuk apa, tapi yang jelas pasti untuk kepentingan jalan desa Gintung Cilejet, jujur aja anggaran tahap 1 aja bisa dibilang kita masih kekurangan karena ada beberapa jalan desa yang belum kita perbaiki keseluruhan,” sambungnya.

Sementara itu, menurut informasi yang diperoleh dari warga Kp. Leuwigong, jalan yang dibangun desa kurang lebih sepanjang 800 meter dengan tingkat ketebalan aspal yang tidak maksimal, dan sudah banyak yang terkelupas.

“Ini aja kebeneran jarang hujan, kalau hujan mungkin udah parah rusak lagi, tebal jalannya paling kurang lebih 2 sentimeter,” ungkap warga Kp. Leuwigong yang enggan disebutkan namanya.

“Soal jembatan aja dari papan informasi ada 18 M x L 5 M x T 3 M, tapi kurang lebih hanya 6 meter, bisa dicek langsung tidak sama seperti yang ada di papan informasi, masuk mobil satu aja udah sumpek,” keluh warga tersebut.

Reporter: wan/zs/nr
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: