Walikota: “Tewasnya Siswa SMA YPHB Bogor Bukan Karena Begal, Tapi Tawuran”

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto Bersama Kapolresta Bogor Kota Saat Memberikan Keterangan Terkait Tewasnya Pelajar SMA YPHB di Mapolresta Bogor Kota, Senin 16/7/2018 (dok. KM)
Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto Bersama Kapolresta Bogor Kota Saat Memberikan Keterangan Terkait Tewasnya Pelajar SMA YPHB di Mapolresta Bogor Kota, Senin 16/7/2018 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Tewasnya pelajar SMA YPHB Bogor yang terjadi pada Minggu (14/7/2018) dini hari lalu, bukanlah korban pembegalan melainkan karena indikasi tawuran di Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal, Kota Bogor.

Hal itu diungkapkan Walikota Bogor Bima Arya usai pertemuan dengan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya di Mapolresta Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Senin (16/7/2018).

Bima mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan kepolisian dirinya mengambil beberapa catatan, diantaranya bahwa peristiwa tersebut bukanlah korban pembegalan ataupun rampok, tetapi lebih kepada pertemuan dua kelompok di jalan usai nonton pertandingan sepak bola Piala Dunia.

“Jadi, ini bukan pembegalan. Tapi ada pertemuan dua kelompok, namun dua kelompok tersebut apakah sesama pelajar atau bukan, pihak kepolisian masih menyelidikinya. Yang jelas kejadiannya spontan, barangkali bertemu di jalan dan ada kontak fisik di situ,” kata Bima kepada wartawan di Mapolresta Bogor Kota.

Terkait peristiwa tersebut, Bima mengungkapkan akan lebih menyikapi perbuatan biadab ini dengan serius dan akan meningkatkan patroli kembali.

“Kapolresta Bogor beserta jajaran saat ini tengah intens melakukan investigasi, bahkan belum tidur sejak kemarin. Begitu juga dengan kami di Pemkot Bogor akan terus meningkatkan patroli kembali,” ungkapnya.

Pasca peristiwa berdarah itu, Pemkot dan kepolisian mengimbau kepada warga untuk memantau anaknya setiap waktu, jangan sampai anak-anaknya itu nongkrong atau kumpul-kumpul di tempat umum di atas jam 11 malam.

“Kalau masih ada yang nongkrong diatas jam 11 malam, akan kami bubarkan, siapa pun itu. Ini dilakukan untuk keamanan dan ketertiban umum,” tegasnya.

Kemudian, kata Bima, Dinas Pendidikan juga akan meningkatkan proses pembinaan terhadap seluruh pelajar di Kota Bogor. Muspida akan bergantian masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan dan bimbingan.

“Mungkin teknisnya bisa seminggu tiga kali,” ucapnya.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*