Pengelolaan Gerai UMKM Masih Kisruh, Manajemen DETOS Terus Kejar Oknum Pengelola

Gerai-gerai UMKM di Depok Town Square yang tutup, Selasa 12/6/2018 (dok. KM)
Gerai-gerai UMKM di Depok Town Square yang tutup, Selasa 12/6/2018 (dok. KM)

DEPOK (KM)– Kisruh pengelolaan gerai UMKM di pusat perbelanjaan Depok Town Square (Detos) belum menemui titik terang dikarenakan pihak manajemen building Detos merasa kesulitan untuk menemui apalagi menghadirkan oknum pihak pengelola gerai UMKM tersebut.

“Sampai saat ini belum ada dari pihak UMKM yang datang, bahkan dari kita malah mencari ke rumahnya namun tidak ketemu,” ujar Leo dari divisi keuangan manajemen Detos melalui pesan singkat kepada KM.

Lebih lanjut Leo mengatakan jika dari pihak manajemen biulding (MB) Detos masih berusaha untuk menghubungi “E” dan “R” supaya bisa hadir dan memberikan penjelasan.

“Dia gak pernah mau kalau diajak ketemu, dari pihak kami sudah berupaya merayu beliau untuk ketemu tapi selalu ditolak, selalu aja ada alasannya,” keluh Leo.

KM juga mencoba menghubungi kembali pihak pengelola gerai UMKM, namun tidak mendapat respon, termasuk “D” yang menurut informasi dari “Y” dan “E” adalah pimpinan mereka.

Dalam beberapa kali percakapan di pesan singkat, pada awalnya “D” mengatakan tidak tahu menahu soal kisruh yang terjadi dan ia menyatakan tidak kuatir serta siap bertemu setelah masa libur lebaran berakhir. Namun hingga saat ini, dirinya terus menghindar untuk ditemui untuk mengklarifikasi tudingan yang dialamatkan kepada pihaknya.

Advertisement

“Saya Senin seharian ngurus mertua ke RSCM mas. Sebetulnya [E] yang harus menjelaskan karena yang dipersoalkan itu kerjaannya dia. Kalaupun kita ketemu harus ada dia karena teknisnya di dia,” kilah D melalui pesan singkatnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa ada sekitar 180 kios kosong di lantai 1 gedung Depok Town Square yang hampir semuanya tutup karena disegel pihak manajemen building (MB) Detos. Seluruh kios tersebut diperuntukkan khusus bagi gerai UMKM dan sudah bekerjasama dengan Dinas UMKM dalam pengelolaanya.

Pihak MB Detos menginformasikan bahwa penyegelan itu disebabkan karena ada tunggakan service charge dan abodemen listrik sebesar Rp180 jutaan dipihak pengelola gerai UMKM.

“Ini sudah nunggak sejak awal tahun, dan Pak Eko sampai saat ini belum juga muncul untuk penyelesaian ini, makanya kami inisiatif untuk menyegel semua,” jelas Leo.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*