KUPAS KOLOM: “Jurnalisme Investigasi”

Oleh Zulfikar Taher
Sekretaris Jendral DPP PWRI

Apa itu jurnalisme investigasi?
Jurnalisme investigasi merupakan salah satu bagian penting dalam ilmu jurnalistik. Sebagai jurnalis investigasi, pekerjaannya tidak hanya sekedar meliput, mencatat jawaban; who, what, where, when, how dan why, kemudian merekam dan membuatnya menjadi sebuah berita.

Tetapi sebagai seorang jurnalis investigasi harus mampu mencari data dan fakta yang lebih mendalam tentang kasus yang sedang ditangani. Dari data dan fakta yang ada, namun belum terungkap didepan publik. Kasus-kasus investigasi yang dapat diliput, meliputi:
1. kasus yang memalukan,
2. penyalahgunaan kekuasaan,
3. dasar faktual dari hal-hal aktual yang lagi trand dipublik,
4. keadilan yang korup,
5. manipulasi laporan keuangan,
6. pelanggara hukum,
7. perbedaaan antara profesi dan praktisi, hal-hal yang disembunyikan,
8. dan lain-lain.

Sebaga wartawan investigasi, ia selalu berusaha untuk mencari mendapatkan kebenaran yang tidak jelas, samar, atau ketidak ada pastian. Topik-topik yang dinvestigasi adalah untuk mengukur moralitas “benar atau salah”, dengan pembuktian yang tidak memihak yang didapat melalui riset atau penelitian.

Tidak hanya sekedar menolak kesepakatan, melainkan juga menyatakan apakah sesuatu yang terjadi itu sesuai dengan moral atau tidak. Robert Greene dari Newsday memberikan definisi bahwa “Investigasi adalah karya sesorang atau tim untuk menguak sesuatu yang disembunyikan dari publik demi kepentingan masyarakat.”

Ada 3 elemen dasar kegiatan investigasi:
1. Ide orisinil dari investigatornya, bukan merupakan hasil investigasi orang lain yang dilanjutkan oleh sebuah media.
2. Subjek investigasi, merupakan kepentingan bersama yang mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat.
3. Ada pihak-pihak yang mencoba menyembunyikan kasus dari publik.

Jurnalistik investigasi merupakan jurnalisme “membongkar investigasi”. Secara umum investigasi bisa diartikan sebagai upaya pencarian dan pengumpulan data, informasi dan temuan lainnya untuk mengetahui kebenaran atau bahkan kesalahan sebuah fakta.

Umumnya memang hanya kalangan-kalangan tertentu saja yang bisa melakukan investigasi, akan tetapi tidak menutup memungkinan bagi masyarakat untuk bisa melakukannya sehingga kegiatan investigasi ini bisa diperluas menjadi kegiatan publik. Fungsi aktifitas jurnalisme investigasi mencakup to describe, to explain, and to persuade.

Reporter investigasi mengumpulkan akumulasi materi faktual ke dalam gambaran pengisahan yang utuh. Banyak dari berbagai materi itu yang perlu diperjelas dengan mengurutkan kembali letaknya pada sebuah konteks, kemudian menunjukkan keterkaitannya, sebab dan akibatnya, serta konsekuensinya.

Pada akhirnya, pekerjaan jurnalisme investigasi justru mengajak masyarakat untuk memerangi pelanggaran yang tengah berlangsung dan dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Kerja jurnalisme investigasi masuk ke dalam berbagai wacana publik yang tengah bergejolak atau berkonflik, dan pada saat-saat tertentu, para juranalis investigasi bisa juga akan ikut terlibat di dalam alur perkembangan politik.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*