Kisruh Pengelolaan Pasar Induk Kemang Masih Berlanjut

Pasar Induk Kemang alias Pasar TU di bilangan Tanah Sareal, Kota Bogor (dok. KM)
Pasar Induk Kemang alias Pasar TU di bilangan Tanah Sareal, Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Surat pemberhentian aktivitas pengelolaan parkir di Pasar Induk Kemang sudah ditandatangani Plt Walikota Bogor Usmar Hariman (saat masih menjabat) dan disampaikan ke pihak-pihak terkait. Kini, langkah pengawasan dilakukan oleh pemerintah daerah (Pemda) Kota Bogor.

“Surat pemberhentian aktivitas kutipan parkir sudah kami sampaikan, dengan begitu untuk sementara tidak ada bentuk kutipan parkir di Pasar TU, semua kembali seperti semula, sebelum adanya konflik pengelolaan pungutan biaya parkir, status kembali yaitu Status Quo,” jelas Usmar dalam pernyataannya Juni lalu.

“Jadi jika memang masih beraktivitas, tinggal perintahkan Dishub Kota Bogor memantau dan membuat laporannya, tentu ada sanksi jika tidak mengindahkan surat pemberhentian ini,” lanjutnya.

“Ya selepas libur Idul Fitri 2018, permasalahan Pasar TU dipastikan sudah selesai, dan dapat duduk bersama untuk musyawarah antara PT. Galvindo Ampuh dan Pemkot Bogor selaku pihak principal dalam pengelolaan Pasar TU Kota Bogor,” terang Usmar.

Namun dari pantauan kupasmerdeka.com kenyataannya hingga hari ini (21/07/2018), masih ada keluhan para pedagang terhadap pengelolaan di Pasar TU Kota Bogor.

Seorang pedagang Pasar TU, Jamil, menjelaskan, “masih ada saja pungutan-pungutan kepada pedagang dan juga para pembeli yang datang ke Pasar TU oleh pihak ketiga, terutama soal secure parking

Advertisement
yang ada di depan masuk pasar, sebenarnya pengelolaan ini oleh Pemkot Bogor atau pihak swasta? Kami pedagang masih sangat bertanya-tanya, kenapa Pemkot Bogor tidak bisa menyelesaikan juga permasalahannya di sini,” jelasnya kepada awak media siang ini (21/7).

“Kami pedagang hanya merasa keberatan dengan sistem pengelolaan yang ada sekarang, seharusnya Pemkot Bogor cepat memberikan solusi penyelesaian masalah di Pasar TU, dan jangan memberatkan masyarakat kecil di sini,” ujarnya.

Sementara Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman saat dihubungi awak media dalam menindaklanjuti permasalahan pengelolaan Pasar TU Kota Bogor mengatakan, “Kalau dilihat pada minggu lalu ke lapangan suasana sudah kondusif, syarat ini yang diharapkan,” ungkapnya Sabtu 21/07/2018.

Dengan singkat Usmar menegaskan bahwa pihaknya “akan musyawarah lagi.”

Sementara itu Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, saat dikonfirmasi awak media terkait permasalahan Pasar TU Kota Bogor, enggan menanggapi hal tersebut.

Wartawan beberapa kali menanyakan dan menghubungi Walikota Bogor yang juga kembali terpilih periode 2018-2023, namun ia tidak pernah merespon dan menanggapi permasalahan tersebut.

Reporter: ddy07
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: