Ini Kronologi Pemerkosaan Bergilir yang Tewaskan Anak di Citeureup

Polres Bogor mengungkap kasus tindak pidana Persetubuhan dan Pencabulan Terhadap Anak, Jumat 13/7 (dok. KM)
Polres Bogor mengungkap kasus tindak pidana Persetubuhan dan Pencabulan Terhadap Anak, Jumat 13/7 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Unit PPA Kepolisian Resor Bogor mengungkap kasus tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak yang terjadi di Citeureup, Selasa (03-07-2018) lalu. Kronologi peristiwa tragis tersebut dipaparkan oleh Kapolres Bogor AKBP Andy M. Dicky dalam press release nya siang ini, Jumat 13/7.

“Awalnya pada hari Selasa (26/6/2018), pelaku yang berinisial (ISH) menjemput korban ditemani dengan AR, menjemput di dekat rel Citeurep yang sebelumnya sudah janjian ketemuan dengan anak korban sekira jam 21.00 WIB via Whatsapp. Kemudian setelah menjemput anak korban lalu mampir ke rumah temannya insial H sehingga bertiga di motor tersebut dengan membawa korban ke tempat tongkrongan  warung Citeureup. Kemudian beberapa menit kemudian korban dibawa ke rumah kosong di Citeureup Bogor, dan dirumah kosong tersebut sudah ada 3 teman yang lainnya MDF, MR, dan S. Dan di rumah kosong kemudian anak korban dilakukan persetubuhan secara bergiliran oleh keenam orang pelaku, lalu setelah 6 pelaku lainnya menyetubuhi secara bergiliran dan datanglah 2 temannya yang berinisial N, RS, dan langsung menghampiri korban dengan melakukan perbuatan cabul meraba bagian tubuhnya. Setelah itu korban diantar pulang. Kemudian sesudah kejadian tersebut korban sempat mengalami sakit kurang lebih 1 minggu, hingga tanggal 03 Juli 2018 korban meninggal dunia,” papar Kapolres

Advertisement

“Akhirnya orangtua korban melaporkan ke Polsek Citeureup. Dan dilimpahkan ke PPA Polres Bogor. Sehingga guna kepentingan proses penyidikan lebih lanjut tersangka dilakukan penahanan di Polres Bogor.”

“Tersangka yang diamankan dalam kasus ini yaitu ISH/15, ARN/14, MR/18, MDF/20, RS/22, N/22, A/22 dan 1 orang DPO,” lanjut Kapolres.

“Adapun barang bukti yang diamankan yaitu 1 lembar karpet warna merah, 1 buah celana panjang warna cokelat muda, 1 buah celana dalam warna merah muda, 1 unit sepeda motor Honda Scoopy warna hijau biru kuning dengan nopol : F 573 NJ, 1 buah HP Xiaomi warna emas/gold, berikut kartu perdana,” jelasnya.

“Perkara yang dipersangkakan yaitu tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 dan 82 UU No 35 tahun 2014 perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun dan paling singkat 5 tahun,” tutupnya.

Reporter: Ayub
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: