Apresiasi Jambore Anak Kota Batu 2018, Komnas Anak: “Masih Banyak Anak Indonesia Butuh Pertolongan, Hentikan Retorika Menyesatkan!”

(dok. KM)
alikota Batu bersama Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Ketua DRPD Kota Batu, Kepala DP3P2KB dan Sekretaris LPA Batu diruang kerja Walikota selepas membuka Festival Jambore Anak Indonesia Minggu 29/07. (dok. KM)

Jambore Anak Indonesia 2018: Saya Anak Kota Batu , Saya Ceria, Gembira dan Bahagia Lahir dan Batin

BATU, JAWA TIMUR (KM) – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) sebagai lembaga independen yang diberikan mandat tugas untuk memberikan perlindungan anak Indonesia, mengapreasi pelaksanaan Jambore Anak Indonesia VII tahun 2018 yang dilaksanaan di Kota Batu, Jawa Timur.

Jambore Anak Indonesia Kota Batu 2018 melibatkan 500 orang anak dari 24 kelurahan dan desa di Kota Batu dibuka oleh Walikota Batu, dan dikemas melalui rangkaian kegiatan budaya sebagai sebuah jawaban dari tema Hari Anak Nasional 2018 dimana anak Indonesia diharapkan menjadi anak yang gesit, empati, unggul, berani dan sehat di masa mendatang dengan tidak melupakan derita dan tangis anak Indonesia yang saat ini berada dalam situasi sulit dan darurat.

Sebab fakta menunjukkan, ada banyak anak Indonesia menjadi korban kekerasan seksual, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya yang dilakukan oleh orang terdekat anak membutuhkan pertolongan. Dan masih ada lagi anak Indonesia hidup dalam kondisi terhambat pertumbuhan dan perkembangannya (stunting) karena kurang gizi, pola pengasuhan yang salah, sanitasi dan perumahan yang tidak memadai.

“Alangkah eloknyalah, kita harus hentikan segera pengalihan ketidakmampuan kita sebagai orangtua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara untuk memberikan perlindungan bagi anak dengan menggunakan jargon-jargon yang menyesatkan, seolah-olah kesejahteraan dan perlindungan anak sudah memadai. Demi kepentingan terbaik anak, ayolah kita hentikan retorika-retorika itu,“ kata Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dalam sambutan dalam acara Festival Kreativitas Forum Anak Kota Batu, Jambore Anak Indonesia VII 2018 di Balai Kota, Minggu 30/07.

“Jambore Anak Indonesia VII yang diselenggarakan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Batu dan Forum Anak Kota Batu yang didukung penuh DP3P2KB Pemerintah Kota Batu dilaksanakan untuk mewujudkan dan memberikan kesempatan pada anak untuk menggunakan hak partisipasinya yakni hak anak untuk didengar pendapatnya yang bertalian dengan hak anak dan pelanggaran-pelanggaran hak anak yang dilakukan melalui pendekatan budaya,” jelas Arist.

“Rangkaian karnaval budaya serta perlombaan kreasi budaya anak dari 24 desa dan kelurahan di wilayah hukum Kota Batu yang juga disiapkan LPA Batu ini untuk memberikan kesempatan kepada anak untuk memanfaatkan waktu luang, kreasi dan budaya yang dijamin oleh semangat Konvesi PBB tentang Hak Anak,” kata Fuad selaku Ketua Panitia Jambore Anak Indonesia 2018 Kota Batu sekaligus sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Batu pada penutupan jambore.

“Oleh sebab itu pelaksanaan Jambore Anak Indonesia VII 2018 kota Batu perlu terus dikembangkan di tahun-tahun mendatang sebagai wujud dari hak partisipasi anak,” tambah Fuad.

Reporter: Marsono
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*