Anggota DPR Desak Polri Usut Tuntas Kematian Wartawan Yusuf

Politisi PDIP, Eddy Kusuma Wijaya (dok. KM)
Politisi PDIP, Eddy Kusuma Wijaya (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Kasus meninggalnya wartawan Mohamad Yusuf di dalam tahanan di Kalimantan Selatan banyak mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Salah satunya Anggota DPR RI yang juga purnawirawan jenderal polisi Eddy Kusuma Wijaya, yang mengaku menyayangkan tragedi yang menimpa wartawan Yusuf.

Pensiunan Inspektur Jenderal Polisi yang berhasil mengusut kasus bom Bali dekade lalu itu menjelaskan bahwa kematian Yusuf harus diusut secara serius oleh Polri karena “wartawan perlu dilindungi dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai jurnalis.”

“Jika kematian Yusuf ada dugaan unsur-unsur kesengajaan, entah itu pembunuhan dan lain-lain, penyidik Polri dan pihak-pihak terkait harus mengusut secara tegas tidak boleh pandang bulu,” kata mantan kepala reserse Bali itu, Selasa 10/7, di ruang kerjanya.

Eddy mengungkapkan, kalau ada orang-orang yang terlibat dalam kasus-kasus yang diungkap oleh Yusuf sehingga mengakibatkan korban ditangkap dan meninggal, ini harus diusut tuntas.

“Tidak boleh ada orang yang merasa lebih hebat atau berkuasa sehingga bisa mengatur segala-galanya dan akibatnya wartawan M. Yusuf menjadi korban,” lanjut politisi PDIP itu.

“Negara harus lebih kuat terhadap korporasi atau orang-orang yang punya uang, jangan sampai hukum terkesan lemah dengan orang-orang yang banyak uang,” pungkas Eddy.

“Ini yang harus kita tinggalkan kedepan, jangan sampai orang-orang yang kita tokohkan, orang-orang yang kita anggap hebat karena kuasa di bidang keuangan dan bisa mengatur segala-galanya. Saya harap Polri, pemerintah harus mengusut tuntas kasus kematian wartawan M. Yusuf,” tuturnya.

Sebelumnya, Almarhum Yusuf ditangkap terkait pemberitaannya yang dianggap mencemarkan nama baik perusahaan yang diberitakan olehnya.

Yusuf dijerat dengan UU ITE oleh Polres Kalsel atas tuduhan pencemaran nama baik pemilik perusahaan sawit yang bernama H. Isam.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*