Sejenak Bersama Dedie Rachim, Direktur KPK yang Banting Setir Jadi Politisi

Calon Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim bersama keluarga (dok. KM)
Calon Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim bersama keluarga (dok. KM)

BOGOR (KM) – Setelah melalui masa kampanye yang panjang dan melelahkan, Calon Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim lebih memilih untuk rehat bersama keluarga.

“Tetap di Bogor. Kumpul dengan keluarga. Refresh sejenak untuk memulihkan kebugaran, namun tetap menjalin komunikasi yang intens dengan tim pemenangan dan seluruh jaringan relawan pemenangan. Baik dari unsur koalisi partai, maupun relawan non-parpol,” ujar Dedie ketika dihubungi KupasMerdeka.com kemarin.

Di sela-sela rehatnya, Dedie menikmati hidangan favoritnya, sayur asem dan penganan khas Sunda, seupan cau tanduk.

“Mengkonsumsi sayuran dan jus buah segar membuat saya tetap bugar. Ya, sesekali kangen juga sama seupan cau,” sambungnya.

Bersama Calon Walikota Bogor, Bima Arya, Dedie blusukan menyapa warga selama masa kampanye. Ia menjalin silaturahmi dan juga memperkenalkan dirinya sebagai calon Wakil Walikota dari paslon nomor urut 3. Maklum, sebagai mantan orang KPK, sebelumnya Dedie dan keluarga jauh dari publikasi. Bahkan, penggunaan medsos pun dilarang ketika masih aktif di lembaga antirasuah tersebut.

Ya, inilah fenomena menarik di balik kontestasi Pilkada Kota Bogor 2018 yang akan memilih Walikota dan Wakil Walikota Bogor pada 27 Juni 2018. Hal ini dimulai saat pertama kali Bima Arya Sugiarto sebagai calon petahana memutuskan untuk menggandeng Dedie Abdul Rachim sebagai wakilnya.

Tidak sedikit yang heran dan terkaget-kaget dengan keputusan Bima tersebut. Sebab, Dedie Rachim bukanlah partisan, bukan birokrat, atau tokoh di Bogor yang selama ini menghiasi berita media serta digadang-gadang maju di Pilwalkot. Ringkasnya, Dedie nol popularitas dan bukanlah media darling. Sosok bersahaja ini adalah seorang Direktur PJKAKI di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Dedie Rachim sebagai pasangan Bima Arya, sebagian besar masyarakat Bogor juga belum mengetahui persis sosok Dedie. Sesuai aturan yang berlaku di KPK, Dedie dilarang memiliki akun media sosial seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, Instagram, dan sejenisnya. Sekalipun tetangganya di perumahan Bogor Raya, tak ada satu pun yang tahu Dedie adalah pejabat KPK. Ini lantaran istrinya Sari Deviyanti Andayana dan keluarga Dedie terikat aturan untuk tidak membocorkan pekerjaan Dedie di lembaga antirasuah itu.

Advertisement

Bagi sebagian kalangan yang sudah faham, justeru menimbulkan banyak pertanyaan. Mengapa Dedie yang dua kali menjabat direktur di KPK dan beberapa kali jadi Plt direktur serta Plh deputy mau mencalonkan diri di Pilwakot. Sebagai anggota KPK yang masuk dalam angkatan “Indonesia Memanggil 1″ dengan karir sukses, tentu dari sisi penghasilan lebih dari cukup.

Jika menjadi wakil walikota Bogor, Dedie bakal dihadapkan pada tantangan untuk dapat menyelesaikan persoalan-persoalan riil di masyarakat. Pekerjaan dan tugas yang diemban sebagai pejabat KPK dengan seorang wakil walikota sekaligus politisi adalah dua hal yang berseberangan. Dunia yang berbeda.

Dedie mengakui hal ini. “Banget. Baru banget saya terjun ke politik praktis. Saya sekarang praktek langsung,” ucapnya.

Pertanyaan selanjutnya, apakah Dedie bakal mampu menghadapi dunia yang berbeda itu? Karakter Dedie Rachim yang tulus dan sederhana namun punya segudang terobosan diyakini mampu menjawab semua itu.

Ketika melihat berbagai persoalan riil di masyarakat, yang mulai dirasakannya langsung ketika setiap hari blusukan bertemu dengan masyarakat dari berbagai latar profesi di setiap sudut Kota Bogor, ada beberapa poin yang digarisbawahi oleh penerima penghargaan Ramon Magsaysay Award kategori Institusi untuk Kampanye Tema Kejujuran ini.

“Sektor pendidikan dan kesehatan sudah pasti harus menjadi prioritas, akan tetapi melihat kondisi Kota Bogor sekarang yang harus juga digeber adalah peningkatan ekonomi dan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: