Pengunjung Taman Nasional Gunung Halimun Keluhkan Infrastruktur Jalan Yang Rusak

Pengunjung di obyek wisata kebun teh, kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Kabupaten Bogor (dok. KM)
Pengunjung di obyek wisata kebun teh, kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Kabupaten Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Lokasi wisata adalah tempat yang paling dituju para pelancong untuk menikmati keindahan alam sekaligus sebagai tempat melepas kepenatan akibat rutinitas pekerjaan. Mendatangi tempat wisata diyakini dapat me-refresh atau menyegarkan otak guna mendapat energi dan inspirasi baru sebelum kembali pada rutinitas kegiatan dan pekerjaan.

Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang berada di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, merupakan salah satu tujuan wisata alam yang mulai banyak dikunjungi para wisatawan lokal dan mancanegara. Ada sekitar 13 objek wisata yang patut dikunjungi di kawasan taman nasional ini.

Obyek wisata juga merupakan faktor penunjang perekonomian suatu kawasan yang dengan keberadaan obyek wisata tersebut dapat secara langsung maupun tidak langsung mempromosikan segala potensi kekayaan alam dan budaya yang ada di kawasan tersebut sehingga mengundang animo masyarakat baik dari dalam dan luar negeri untuk berkunjung, dan secara otomatis berdampak pada pendapatan negara bukan pajak (PNBP) termasuk meningkatkan geliat ekonomi masyarakat sekitar.

Maka sudah sepatutnya pihak pemerintah memperhatikan segala hal yang terkait dengan objek wisata tersebut seperti infrastruktur jalan yang bagus serta penunjang lainnya seperti titik lokasi peristirahatan, pos pantau dan lain sebagainya.

Dari pantauan tim Kupas Merdeka di sepanjang jalan Kecamatan Nanggung menuju lokasi kawasan wisata TNGHS, Kabupaten Bogor, banyak ditemukan kondisi jalan yang rusak dan berlubang sehingga menyulitkan masyarakat yang ingin menuju kawasan wisata tersebut, terlebih jika cuaca hujan jalan menjadi licin dan banyak genangan air di jalan-jalan yang berlubang sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama.

Pantauan tim KM berlanjut hingga memasuki kawasan wisata taman nasional itu. Beberapa saat setelah memasuki gerbang masuk kawasan wisata, jalan yang dilalui sudah mulai rusak, berbatu, dan banyak lubang hingga beberapa kilometer menuju lokasi objek wisata seperti Curug Citamiang hingga lokasi kebun teh.

Advertisement

Beberapa pengunjung yang ditemui menyampaikan keluhannya terkait rusaknya akses jalan yang dilalui. “Tempat nya sangat bagus dan tidak nyesel berkunjung kesini, tapi sayang jalannya rusak jadi lebih lama sampainya,” ujar Maulida dan teman-temannya yang baru pertama kali berkunjung ke lokasi TNGHS.

“Selain jalan rusak, tempat persinggahan dan warung juga jauh, jadi susah kalau mau jajan,” lanjut pengunjung yang datang dari wilayah Cigudeg, Bogor itu.

Saat dikonfirmasi terkait rusaknya akses jalan kawasan wisata tersebut, Maulana Yusuf dan Usep yang merupakan petugas dan pemandu wisata mengakui jika akses jalan memang menjadi prioritas yang terus diupayakan untuk diperbaiki. “Info yang saya dapat, baru 2019 nanti diperbaiki dari dana BUMDes,” ujar Usep.

“Kita berharap agar dari pemerintah agak lebih memperhatikan lah, ya jalannya dan lain-lain, kalau sekarang yang penting aman saja dulu lah,” lanjut Usep.

Saat ditanya harga tiket masuk lokasi wisata, diperoleh informasi dari petugas tersebut jika para pengunjung diwajibkan membeli tiket masuk.

“Kalau hari biasa Rp5000, kalau weekend atau libur Rp7500, wisatawan asing Rp150 ribu tapi jarang. Kadang mereka sudah punya simaksi jadi gak perlu ditanya lagi,” terang Usep dan Yusuf.

“Kalau bantuan dari pemerintah setempat baru berupa pelatihan-pelatihan saja dan rencana semester ini saya mau infokan mana saja yang perlu diprioritaskan seperti setu yang perlu dibendung lagi, ground camping nya ada, toiletnya ada,” jelas Usep.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: